Nusantaraterkini.co, CAPE TOWN - Jurnalis dan pekerja media di Afrika Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Sea Point, Cape Town, pada Minggu (17/8/2025).
Dalam aksinya mereka meminta untuk meningkatkan perlindungan bagi jurnalis Palestina di Jalur Gaza serta menyampaikan solidaritas terhadap rekan-rekan seprofesi mereka yang terbunuh di sana.
Aksi unjuk rasa tersebut, yang menurut pihak penyelenggara diikuti oleh 2.000 lebih peserta, diadakan setelah terbunuhnya lima koresponden Al Jazeera dan seorang reporter lepas akibat serangan udara terhadap sebuah tenda di luar Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada 10 Agustus.
Baca Juga : 274 Jurnalis Gugur di Gaza Sejak Serangan Israel Oktober 2023
Aksi unjuk rasa tersebut diselenggarakan oleh kelompok Journalists Against Apartheid (JAA) dan Kampanye Solidaritas Palestina, dengan dukungan dari sejumlah kelompok, termasuk Mothers4Gaza, South African Jews for a Free Palestine, dan Healthcare Workers 4 Palestine.
Para jurnalis Afrika Selatan mengecam apa yang mereka sebut sebagai penargetan sistematis Israel terhadap jurnalis Palestina karena mengungkap kejahatan perang dan tindakan genosida. JAA mengecam "pembantaian media" di Gaza, menuduh media Barat memperkuat narasi Israel sambil membungkam suara rakyat Palestina.
“Kami sangat marah dengan media Barat yang terus menyiarkan cuplikan Israel tanpa pemeriksaan yang cermat sambil membungkam suara rakyat Palestina, memungkinkan genosida ini untuk terus berlanjut,” tutur anggota JAA, Deshnee Subramany, saat membacakan pernyataan dari organisasi tersebut.
Organisasi itu juga mengkritik media Afrika Selatan karena ikut serta dalam perjalanan propaganda bersponsor ke Israel tanpa mengungkap sumber yang mendasari liputan mereka.
Baca Juga : Wartawan Rangkap Jabatan Honorer, PWI Sumut: Ancam Independensi Jurnalistik
Tuntutan-tuntutan dari para pengunjuk rasa meliputi penyiaran wartawan Palestina yang ditahan di Gaza dan Tepi Barat, pencabutan larangan media oleh Israel, dan masuknya koresponden asing ke Gaza.
Kata-kata terakhir dari jurnalis terkemuka Gaza yang menjadi salah satu korban terbunuh, Anas al-Sharif, dibacakan dengan lantang oleh jurnalis Palestina Aziz Bakr, memicu suasana haru di tengah para partisipan.
Sebuah kelompok yang terdiri dari 25 jurnalis veteran menandatangani surat solidaritas yang akan dikirimkan kepada pemerintah Afrika Selatan dan kedutaan besar Israel.
Sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh 269 jurnalis di Gaza, menurut Al Jazeera, mengutip data dari Komite Perlindungan Jurnalis, Federasi Jurnalis Internasional, dan Shireen.ps, sebuah basis data yang disusun oleh reporter Palestina.
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
