Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Analis Pasar: IHSG Bergerak Fluktuatif dan Berpeluang Melanjutkan Pola Minor Bullish Reversal

Editor :  Team
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,66% ke posisi 7.154,65 walaupun menguat, IHSG masih rawan terkoreksi. (sumber foto: IDX)

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (17/1/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,66% ke posisi 7.154,65 walaupun menguat, IHSG masih rawan terkoreksi. 

Menanggapi hal tersebut, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, secara teknikal, IHSG sedang menguji resistance di posisi 7.130 pada Jumat (17/1). 

BACA: IHSG Bertengger di Zona Hijau Naik 47,14 Poin Ke Level 7.154,66 Sore Ini

Baca Juga : IHSG Menguat 55,57 Poin Bertengger di Level 7.909,63

“Akan tetapi, pola doji yang terbentuk pada perdagangan Jumat kemarin, mengindikasikan kerawanan IHSG terhadap koreksi di awal pekan,” jelas dia dalam riset. 

Dus, Valdy memproyeksikan IHSG bergerak fluktuatif di rentang 7.100–7.150 pada Senin (20/1). Untuk sepekan ke depan, IHSG berpeluang melanjutkan pola minor bullish reversal. 

BACA: IHSG Bertengger di Zona Hijau Menguat 50,079 Poin ke Level 7.006,744

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Menguji Level 7.680 di Perdagangan Selasa (12/8/2025)

“Pergerakan IHSG ditopang ekspektasi dampak positif dari perbaikan ekonomi China terhadap ekonomi Indonesia, khususnya kinerja ekspor,” katanya. 

Dari dalam negeri, lanjut Valdy, stimulus fiskal dan moneter di awal 2025 diyakini menopang pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. 

Menurutnya, pelaku pasar nampaknya mulai optimistis terhadap potensi pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada Kuartal I-2025. 

Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Naik ke 7.185, Ini Strategi dan Rekomendasi Saham Pilihan

BACA: IHSG Bergerak Liar Naik Tipis 4,476 Poin ke Level 7.021,355 di Perdagangan Selasa (14/1/2025)

Data-data terbaru Desember 2024, turut mendorong keyakinan realisasi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan.

Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak menguat dalam rentang support 7.040 dan resistance 7.307. 

Baca Juga : IHSG Tertekan Sepekan, Turun 2,42% — Kapitalisasi Pasar Susut ke Rp12.382 Triliun

“Indikator MACD menunjukkan tren penguatan, sejalan dengan indikator RSI yang menguat dan bergerak ke atas level 50,” jelasnya kepada Kontan akhir pekan lalu. 

Audi mencermati pergerakan IHSG masih akan didorong karena peralihan pasca pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI rate. Namun IHSG masih tertekan pelemahan nilai rupiah.