Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada akhir perdagangan Kamis (23/1/2024) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya turun pada hari ini setelah menguat dalam enam hari perdagangan beruntun.
Diperdagangan hari ini di mana IHSG turun 0,34% atau 24,48 poin ke 7.232,64 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menanggapi hal tersebut, VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi mengatakan pelemahan IHSG Kamis (23/1) didorong dinamika akan kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke pada beberapa negara, seperti China, Meksiko dan Kanada.
Baca Juga : IHSG Menguat 55,57 Poin Bertengger di Level 7.909,63
Hal ini sejalan dengan penguatan harga emas atas ketidakpastian yang akan timbul.
Audi memproyeksikan IHSG pada Jumat (24/1) bergerak mixed cenderung melemah dalam rentang level support 7.182 dan resistance 7.340 dengan indikator RSI menunjukkan pelemahan, sementara MACD masih menunjukkan penguatan tren.
"Dari dalam negeri, pasar juga tengah menantikan rilis kinerja kuartal IV-2024, terlebih emiten perbankan yang dikhawatirkan terjadi perlambatan," kata Audi.
Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Menguji Level 7.680 di Perdagangan Selasa (12/8/2025)
Analis Phintraco Sekuritas Nurwachidah melihat secara teknikal, IHSG membentuk pola shooting star yang mengindikasikan tekanan jual dan potensi pembalikan arah, terutama setelah gagal menembus resisten dinamis di MA200.
Indikator modern seperti stochastic RSI telah berada pada area overbought, sementara itu histogram MACD menunjukkan pergerakan yang sideways.
"Oleh karena itu, selama IHSG belum mampu menembus MA200, kami mengantisipasi potensi koreksi menuju area support psikologis di 7.200 pada perdagangan Jumat (24/1)," kata Nurwachidah.
Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Naik ke 7.185, Ini Strategi dan Rekomendasi Saham Pilihan
Dari global investor tengah menantikan rilis data S&P Global Manufacturing PMI Flash AS bulan Januari 2025, yang diperkirakan meningkat tipis menjadi 49.60 dari 49.40 pada Desember 2024.
Sebagai informasi, PMI Manufacturing AS masih mencatatkan kontraksi dalam enam bulan berturut-turut atau mencapai 49.4. PMI yang tertekan disebabkan oleh melemahnya pesanan baru dan ekspor.
Dari domestik kini perhatian investor tertuju pada rilis data Foreign Direct Investment (FDI) untuk kuartal IV-2024. Kinerja FDI pada kuartal III-2024 mencapai 18.55% YoY yang ditopang oleh minat investor pada sektor logam dasar dan rantai pasok kendaraan listrik.
Baca Juga : IHSG Tertekan Sepekan, Turun 2,42% — Kapitalisasi Pasar Susut ke Rp12.382 Triliun
Ke depan Nurwachidah memperkirakan pertumbuhan FDI akan tetap solid di kisaran 15%–18% YoY, berkat kebijakan pro-investasi yang diterapkan oleh pemerintah dikala tantangan global yang terus membayangi.
Top picks saham Phintraco Sekuritas untuk Jumat (24/1) ialah AUTO, PGAS, CLEO, MAPA dan UNVR
Sementara itu, ini rekomendasi saham pilihan dengan teknikal analisis dari Kiwoom Sekuritas untuk perdagangan Jumat (24/1):
1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
Rekomendasi: Speculative buy
Support: Rp 9.700
Resistance: Rp 10.600
2. PT XL Axiata Tbk (EXCL)
Rekomendasi: Trading buy
Support: Rp 2.260
Resistance: Rp 2.390
