Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ancam Keselamatan Warga, Pembangunan Sekolah di Sibolga Timbulkan Longsor

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Jasman Julius
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Harefa, salah satu kepala keluarga yang mengeluhkan pembangunan sekolah SMP Bunayya, yang mengakibatkan longsor. (Foto: Jasman Julius Mendrofa/ Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, SIBOLGAPembangunan salah satu sekolah di Kota Sibolga, mengancam keselamatan 5 Kepala Keluarga (KK) karena menyebabkan longsor sebanyak dua kali, Jumat (22/08/2025).

Hal ini lantaran, Sekolah Swasta SMP Bunayya yang berada di Lingkungan 10, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga melakukan penggalian tanah untuk perluasan pembangunan lokasi sekolah.

Baca Juga : 3 Orang Tewas Tertimbun Longsor Megamendung dan Vila Cisarua Bogor

Lokasi tersebut merupakan bukit kecil yang diatasnya berdiam 5 KK dengan bangunan rumah beton. Pihak sekolah yang melakukan penggalian berjanji untuk bangun pondasi agar tidak terjadi longsor, namun belum selesai pembangunan, lokasi sudah mengalami longsor.

Harefa salah satu kepala keluarga mengeluhkan pembangunan tersebut, disebabkan selama dilakukan penggalian, dua kali mengalami longsor.

"Kurang lebih dua meter lagi jarak rumah saya dengan pinggiran tanah yang longsor," ucapnya.

Baca Juga : Banjir dan Longsor di Trenggalek, Dua Jembatan Putus

"Ini belum musim hujan, sedangkan halaman rumah di pinggiran galian sudah mulai retak," timpalnya.

Ia berharap pada yayasan sekolah agar menghentikan galian, serta bertahap membangun pondasinya agar tidak terjadi longsor susulan.

"Ini tadi malam longsor, untuk kedua kalinya, hingga mengancam keselamatan kami," jelasnya.

Baca Juga : Longsor Terjang Permukiman Warga di Ambon, Satu Orang Meninggal Dunia

Perluasan lokasi sekolah menjadi sorotan dari beberapa warga selain tanah longsor yang diakibatkannya, banyaknya abu yang berterbangan mengancam kesehatan warga sekitar.

Dikonfirmasi pada pihak sekolah, termasuk pemilik yayasan tersebut, hingga berita ini diterbitkan tidak memberikan keterangan.

(Jjm/Nusantaraterkini.co)