Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bencana Alam Jelang Akhir Tahun di Sumut

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jalan di Desa Parlondut amblas akibat longsor. (Foto: JAS/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, SUMUT - Bencana alam jelang akhir tahun acapkali terjadi di Provinsi Sumut. Dan hal tersebut juga sudah mendapat imbauan dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan.

Di mana Provinsi Sumut menghadapi puncak musim hujan dengan curah hujan tinggi yang diprediksi akan berlangsung sampai akhir November 2024.

Fenomena cuaca ekstrem ini tidak hanya membawa hujan deras, tetapi juga potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor yang perlu diwaspadai masyarakat.

Baca Juga : Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Menurut, Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, A.L. Khairiyah Utami, intensitas hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang akan mendominasi berbagai wilayah di Sumut. 

“Kawasan lereng timur, pegunungan, Pantai Barat, serta daerah pinggiran sungai memiliki potensi terbesar untuk terdampak,” jelasnya kepada Nusantaraterkini.co, Jumat (22/11/2024) kemarin.

Cuaca ekstrem ini dipicu oleh belokan angin dan zona konvergensi yang terdeteksi di sekitar Samudra Hindia di Barat Sumatera. 

Baca Juga : Satu Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Tim SAR Lacak Dua Titik Lokasi Lainnya

Beberapa wilayah yang sudah mengalami dampak signifikan dalam tiga hari terakhir termasuk Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Kota Medan.

“Potensi hujan tinggi akan terus berlangsung, baik pagi, siang, maupun malam hari,” tambahnya.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi lingkungan dan segera melakukan langkah antisipasi.

Baca Juga : Ranking Futsal Dunia Terbaru: Brasil Tetap Nomor Satu, Jepang Masuk Elite Putri

Pembersihan drainase, penguatan tebing rawan longsor, dan menjauhi lokasi berisiko tinggi menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak bencana.

Selain itu dia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, terutama di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.

“Kondisi fisik yang prima akan membantu masyarakat lebih siap menghadapi tantangan musim hujan ini,” ujarnya.  

Baca Juga : Nasib Iran di Piala Dunia 2026, Benarkah Akan Digantikan Italia?

Selain kesiapan warga, peran aktif pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mitigasi bencana. 

Kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait dapat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem ini.

Bencana di Sumut

1. Hujan Deras di Tapsel

Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban

Desa Batu Jomba mengalami banjir akibat hujan deras, di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Nusantaraterkini.co, jalan tersebut berstatus jalan Nasional, dan telah menjadi sorotan sejak viral di sosial media.

Dilihat dari rekaman video yang didapat, pada Senin (30/9/2024), tampak seorang pengendara sepeda motor kesulitan untuk menanjak dan terpaksa harus menggotong motornya.

Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng 

Diketahui rekaman video tersebut, diambil pada siang hari sebelum banjir menerjang jalur tersebut. 

Sebelumnya telah diberitakan, Kasat Lantas Polres Tapsel, AKP Daniel mengatakan banjir tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan tanah longsor.

"Kami melaporkan sekitar pukul 19.30 WIB, telah terjadi banjir akibat longsor di Desa Jomba atau Aek Lotang hari ini," jelas Daniel.

Daniel juga mengatakan, masyarakat harus memilih jalur alternatif akibat kejadian tersebut.

"Kondisinya sulit dilalui kendaraan, untuk menghindari korban jiwa, pengendara perlu mencari jalur alternatif," pungkasnya.

Hingga saat ini, diketahui kondisi di Desa Batu Jomba masih terisolasi akibat longsor yang menutupi sebagian besar akses jalan.

Ketinggian air di beberapa titik mencapai satu meter, membuat warga harus segera mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman.

2. Longsor di Samosir

Akibat curah hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah daerah di Kabupaten Samosir diterjang longsor, Jumat (11/10/2024).

Adapun daerah tersebut, yaitu di Wilayah Hukum Polsek Pangururan, Polsek Simanindo, Polsek Harian dan Polsek Onanrunggu.

Longsor itu terjadi akibat amblasnya tanah lereng perbukitan, yang menutupi jalan umum dengan material tanah dari lereng di tepi jalan.

Kapolsek Simanindo, Iptu Ramadan Siregar bersama personel Koramil dan masyarakat setempat berupaya membersihkan material longsor berupa tanah dan batu besar yang menutupi jalan umum di Desa Parmonangan Kecamatan Simanindo.

Di wilayah Polsek Harian, personel Bhabinkamtibmas Desa Hariara Pohan Brigpol Adryanto Sinaga bersama warga setempat melakukan pembersihan material longsor di jalan umum menuju objek wisata Bukit Holbung.

Longsor di wilayah ini membawa material tanah liat bercampur batu kerikil dari lereng perbukitan yang berada di tepi jalan.

Kapolsek Onanrunggu, AKP Marlan Silalahi, juga memimpin pembersihan material longsor berupa tanah dan tumbuhan yang menutupi jalan umum di Desa Pardomuan Kecamatan Onanrunggu Kabupaten Samosir.

Seorang personel kepolisian Brigpol Vandu P Marpaung.menyatakan bahwa saat ini jalan yang sempat tertutup longsor di Desa Ronggurnihuta, Desa Parmonangan, dan Desa Pardomuan sudah dapat dilalui berkat bantuan alat berat untuk membersihkan material longsor.

Sementara di Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian, jalan sudah bisa dilewati setelah pembersihan dengan peralatan seadanya. Pada Empat Lokasi Longsor yang menutupi Jalan Umum Tersebut tidak ada korban jiwa ataupun korban barang milik warga.

Ia juga menambahkan untuk para wisatawan yang datang ke Samosir untuk berhati- hati saat berlibur dan berkunjung saat curah hujan tinggi yang seakan akan bisa saja terjadi longsor atau banjir.

“Kepada wisatawan, pengunjung, dan masyarakat Kabupaten Samosir diimbau untuk berhati-hati selama perjalanan, karena curah hujan masih tinggi yang bisa memicu longsor baru. Tetap waspada, periksa kondisi kesehatan, kondisi kendaraan dan berdoa sebelum melakukan perjalanan,” katanya.

3. Longsor di Dairi

Jalur utama yang menghubungkan Sidikalang dengan Dolok Sanggul di Kabupaten Dairi mengalami kerusakan parah akibat longsor.

Peristiwa ini terjadi di kawasan Putcuk Hite, Desa Parbuluan IV, sejak Kamis, 10 Oktober 2024. 

Hujan deras yang mengguyur desa selama beberapa hari memicu longsor hebat, memutus badan jalan sepanjang 10 meter dengan kedalaman mencapai 100 meter ke arah jurang.

Akibatnya, akses transportasi antara Sidikalang dan Dolok Sanggul terhenti total, menyebabkan warga di sekitar jalur tersebut kesulitan beraktivitas.

Saat ini, masyarakat yang ingin melintas di kawasan ini harus menggunakan jalur alternatif melalui Pangiringan PLTA, Galingging, atau Siarung-arung, Desa Lae Hole.

Meski jalur alternatif tersebut masih bisa dilalui, kondisi medan yang sulit membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan memakan waktu lebih lama.

Banyak warga berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki akses utama yang putus, mengingat jalur ini merupakan nadi utama bagi distribusi barang dan perekonomian warga di kedua kabupaten.

Warga setempat, Susi, seorang ibu rumah tangga di Desa Parbuluan IV, menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi jalan yang putus. 

"Kami benar-benar terisolasi sekarang. Anak-anak yang sekolah di kota terpaksa harus melewati jalur yang lebih jauh dan itu berbahaya. Belum lagi harga kebutuhan pokok di desa mulai naik karena distribusi terganggu," ujarnya kepada Nusantara terkini saat di telepon melalui Whats App (13/10/24)

Senada dengan itu, Edy, seorang pedagang di Sidikalang, juga mengeluhkan dampak longsor ini terhadap usahanya. 

"Kami kebingungan juga, mata pencaharian saya di Sidikalang berdagangnya saya disana, tapi akses kesana terputus jadi  dua kali perjalananlah kesana biasanya cuman satu jam sekarang bisalah tiga jam karna berputar jalan itu, biayanya pun mahal. sudah hampir tiga hari inilah tidak jualan di pasar," keluh Edy saat di telepon Nusantara terkini.

Warga berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan, terutama dengan turunnya tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan pihak terkait untuk mengevakuasi material longsor dan membuka kembali akses jalan yang terputus.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Dairi meninjau langsung lokasi, didampingi Camat Parbuluan Landong Napitu. juga sudah menyampaikan kepada pihak wajib untuk melakukan survei.
"Ya, kita tinjau lokasi longsor ini untuk memastikan warga kita aman. Kita ingin pastikan lokasi longsor atau jalan amblas ini segera ditangani," katanya (12/10/24)

Dijelaskan, berhubung ini merupakan jalan nasional, kita akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar lokasi jalan amblas ini segera bisa ditangani.

"Kami mohon masyarakat bersabar, sambil kita upayakan berbagai alternatif solusinya, sebab kontur jalan yang berpasir ini tentu membutuhkan penanganan yang lebih maksimal. Yang pastinya kita concern mencarikan solusi penanganan demi masyarakat," tutupnya.

4. Banjir Bandang di Tapsel

Banjir bandang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, telah menyebabkan dua korban meninggal dunia dan empat orang masih dinyatakan hilang diduga tertimbun tanah longsor, Sabtu (23/11/2024) dini hari.

Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam.

Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, tiga desa terdampak berada di Kecamatan Sayur Matinggi dan Kecamatan Batang Angkola, yaitu Desa Siunjam Sipange, Desa Huta Padang, dan Desa Hurase, korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, TNI, Polri, dan relawan kebencanaan terus melakukan upaya pencarian, evakuasi, dan pemulihan.

"Data terkait jumlah warga terdampak, kerugian material, dan kebutuhan mendesak masih terus diperbarui," ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima Nusantaraterkini.co.

Lanjutnya, Upaya Penanganan Darurat Posko pengungsian sementara telah didirikan untuk menampung warga terdampak. Tim logistik juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, air bersih, dan perlengkapan dasar.

"Pelayanan kesehatan bagi warga terdampak menjadi salah satu fokus utama, sementara proses perbaikan infrastruktur vital seperti akses jalan dan fasilitas umum terus diupayakan," ungkapnya.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim hujan yang dapat memicu banjir bandang, tanah longsor, atau bencana lainnya.

Langkah mitigasi seperti mengenali jalur evakuasi, menyimpan dokumen penting di tempat aman, dan mengutamakan keselamatan diri harus menjadi prioritas.

"Jika terjadi tanda-tanda bencana seperti hujan deras yang tak kunjung reda atau luapan sungai, masyarakat diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan melapor kepada pihak berwenang," imbaunya.

5. Longsor di Jalur Brastagi

Jalur lintas dari Kota Medan menuju Kabupaten Karo Sabtu (23/11/2024) malam tertimbun longsor.

Longsor disebabkan hujan deras yang terjadi sejak sore di kawasan hutan lindung Kabupaten Karo.

Dari informasi yang dihimpun, longsor terjadi sejak sekira pukul 18.30 WIB.

Diketahui, hujan mengguyur wilayah Berastagi sejak siang hingga malam hari tadi dengan intensitas deras.

Tak hanya itu, hingga Minggu dinihari, kendaraan yang akan melintas di kedua lajur belum bisa berjalan dikarenakan longsor yang terjadi di kawasan Tamah Hutan Raya (Tahura) Berastagi sebanyak tiga titik.

Para pengendara terutama yang menggunakan mobil pribadi, angkutan umum, maupun truk, tampak sudah kelelahan akibat kemacetan ini.

Terlihat, sebagian besar pengendara sudah mematikan mesin kendaraannya untuk menghemat bahan bakar karena memang lalulintas lumpuh total. 

Sebagian ada pengendara yang berjalan di sekitar kendaraannya, ada juga pengendara yang tampak menepi ke warung untuk menunggu proses evakuasi jalur dibuka.

Tak hanya itu, pengendara terancam tidur di jalan lantaran proses evakuasi material longsor.

Yudi pengemudi travel yang dihubungi Nusantaraterkini.co mengatakan bahwa ia terjebak sejak pukul 20.00 WIB.

Di mana ia berencana untuk mengantar sewanya berkeliling kota Berastagi.

"Lagi bawa penumpang. Dari jam 20.00 WIB udh terpacak gak gerak. Terancam tidur di jalan. Kasihan juga penumpang saya terpaksa tinggal di mobil sementara hotel sudah dibooking," bebernya.

Sementara itu, petugas gabungan masih berupaya membuka jalan agar dapat dilakukan rekayasa lalulintas buka tutup.

Penanganan yang Dilakukan

1. Pemerintah Bermalam di Rumah Warga

Warga Desa Sukadame di Kabupaten Dairi mengalami kesulitan setelah desa mereka terisolasi akibat longsor yang terjadi pada 17 Oktober 2024.

Tanah longsor tersebut menutup akses utama yang menghubungkan desa mereka dengan wilayah lainnya, membuat masyarakat tidak bisa beraktivitas keluar dari desa.

"Sudah beberapa hari kami tidak bisa keluar dari desa. Semua akses tertutup, dan kami harus bergantung pada persediaan yang ada," ujar Rima masyarakat kepada Nusantara terkini melalui WhatsApp messenger Senin (21/10/2024).

Menurut laporan, upaya pembersihan jalur longsor sudah mulai dilakukan. 

“Satu unit alat berat dari BPBD diturunkan pada Kamis (17/10/2024) untuk membantu membersihkan jalur," kata Charles usai kunjungan.

Namun, cuaca yang masih kurang bersahabat menjadi tantangan besar. Curah hujan yang tinggi menyebabkan longsor susulan di beberapa titik, sehingga proses pembersihan jalan belum dapat diselesaikan dengan cepat.

Pj. Bupati Dairi beserta rombongan, termasuk Kapolres Dairi, bahkan harus bermalam di rumah warga setelah longsor susulan di Desa Lau Kidupen menutup akses jalan. Mereka baru dapat kembali ke Sidikalang pada Kamis (17/10/2024).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan sosial (Bansos) kepada warga yang terisolasi. Bantuan berupa 100 paket bahan kebutuhan pokok diberikan kepada korban longsor di beberapa dusun seperti Dusun Sigebang, Dusun Pinem, Dusun Pamah, dan Dusun Juma Batu.

Dalam kunjungannya, Pj. Bupati berharap agar seluruh masyarakat tetap berhati-hati jika melewati jalan-jalan yang berpotensi longsor.

"Karena curah hujan saat ini yang cukup tinggi, masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati," tambahnya.

Pj. Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Saut Maruli Sinaga, Kepala BPBD, Hotmaida Butar-butar, serta Camat Tanah Pinem Jonathan Ginting selama kunjungan mereka ke lokasi.

Hingga kini, warga berharap akses jalan bisa segera dibuka, karena kebutuhan pokok mereka mulai menipis.

Warga juga berharap agar kondisi cuaca membaik dan tidak ada lagi longsor susulan yang dapat memperburuk keadaan.

2. Polres Palas Bantu Warga Korban Longsor

Kapolres Padang Lawas (Palas) AKBP Diari Astetika melalui Wakapolres Kompol Sugianto memimpin personel membantu masyarakat yang mengalami musibah banjir dan longsor, Sabtu (23/11/2024).

Diketahui, akibat curah hujan yang deras sejak Jumat (22/11/2024) siang hingga Sabtu (23/11/2024) pagi mengakibatkan hampir seluruh wilayah Kabupaten Palas terendam banjir.

Banjir tersebut disebabkan meluapnya sungai dan anak sungai hingga ke pemukiman warga.

“Akibat tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari belakangan ini berdampak meluapnya sungai, sehingga ratusan rumah warga terendam banjir setinggi dada orang dewasa disertai lumpur setinggi 15 cm sampai 30 cm,” kata Sugianto.

Lebih lanjut Sugianto menjelaskan, selain banjir, bencana longsor juga terjadi di Desa Harang Julu Kecamatan Ulu Sosa yang mengakibatkan 2 rumah tertimbun pada, Sabtu (23/11/2024) sekitar pukul 02.00 WIB.

"Rumah milik Dame Harahap (45) rata dengan tanah karena tertimbun, namun pemilik rumah bersama keluarga sebanyak 2 orang berhasil dievakuasi ke RSUD Sibuhuan untuk mendapatkan perawatan," ujarnya.

Sedangkan rumah kedua, kondisinya juga rata dengan tanah karena tertimbun. Adapun korban sebanyak 4 orang (1 keluarga) hingga saat ini masih tertimbun tanah longsor.

Masing-masing, Lila Siregar (32), Hermanto (40), azra (7) dan Dwi 5 bulan.

"Hingga saat ini personel dan masyarakat masih terus melakukan evakuasi korban tertimbun longsor," tandasnya.

Terpisah Kasat Lantas Polres Sosa AKP Tongan Siregar melaporkan arus lalulintas di desa Permainan Kecamatan Huta Raja Tinggi tepatnya di jalan yang amblas ada mobil terpinggir sehingga arus lalu lintas tidak bisa dilalui.

"Sekarang lagi tahap evakuasi kemacetan lebih kurang 2 kilometer," imbuhnya.

Kapolsek Sosopan AKP Irmanto melaporkan terdapat dua titik tanah longsor yaitu di Desa Hutabaru Sosopan dan Desa Hutabara yang mengakibatkan jalan lintas Sosopan-Aek Godang putus.

Sementara Kapolsek Barumun Tengah Iptu Elimawan Sitorus melaporkan Desa Paran Tonga dan Desa Tanjung Kecamatan Aek Nabara Barumun terdapat 2 rumah hanyut milik Maradoli dan Parman.

Selain itu terdapat rumah yang bergeser akibat banjir sebanyak 2 (dua) milik Soleh dan indra.

"Ada juga rambin/jembatan gantung yang rusak berat," ujarnya.

Kasi Humas Polres Palas Iptu Arwansyah Batubara menambahkan, saat ini personel sudah diterjunkan ke lokasi banjir dan longsor untuk membantu masyarakat yang terkena dampak. 

"Kehadiran kami diharapkan dapat memberikan bantuan dan dukungan moral kepada warga yang sedang mengalami kesulitan akibat musibah ini,” ujarnya.

3. Upaya Polres Simalungun Lancarkan Aktivitas Warga

Polsek Tanah Jawa jajaran Polres Simalungun bertindak sigap mengamankan peristiwa longsor yang memutus transportasi Kecamatan Tanah Jawa dan Kecamatan Hatonduhan. 

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Asmon Bufitra, Jumat (8/11/2024), mengatakan, pihaknya mengalihkan arus lalu lintas untuk kelancaran aktivitas warga. 

Arus lalu lintas dari Tanah Jawa menuju Dusun Pardamean Nauli Jawa Tongah 2 dialihkan melalui simpang Tanjung Pasir dan Panambean Marjandi. 

Sementara, arus lalu lintas dari Hatonduhan diarahkan melalui Simpang Gereja HKBP Jawa Tongah, Panombean Manjandi, dan berakhir di Tanjung Pasir.

Ditegaskan, personel lalu lintas akan terus memantau situasi dan membuat penyesuaian jika diperlukan sampai proses perbaikan rampung. 

Upaya ini diharapkan akan berkontribusi pada peningkatan kualitas infrastruktur di Kabupaten Simalungun dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan kepolisian. 

Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Sumatera Utara melakukan penimbunan mengerahkan 20 dump truk untuk mengangkut bahan material. 

Warga setempat menyambut baik upaya perbaikan ini dan mengungkapkan harapan mereka agar pekerjaan selesai tepat waktu dan efektif dalam mengatasi masalah infrastruktur yang telah lama mereka alami.

Kehadiran personel kepolisian di lokasi kerja tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga menunjukkan komitmen Polres Simalungun dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat. 

Untuk diketahui, ruas jalan longsor berada di wilayah Nagori Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa, dan terjadi pada 5 November 2024, disebabkan hujan yang berkepanjangan dengan intensitas tinggi.

4. Antisipasi Longsor dari Pemkab Samosir

Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kalaksa BPBD bersama siswa-siswa memberikan edukasi dan penanaman pohon disekitar lokasi rawan bencana alam. berlokasi di SMPN 2 Harian, Kenegerian Sihotang salah satu lokasi terkena banjir bandang, Jumat (4/10/2024). 

Penanaman pohon tersebut mengingatkan bahwa pentingnya menjaga lingkungan hidup, agar mencegah terjadinya bencana banjir bandang dan lonsor. Tak bisa dipungkiri bahwa samosir dikelilingi dengan bukit dan gunung dengan iklim tropis dimana cukup sering hujan deras.

Wilayah samosir juga sering sekali longsor dan beberapa tahun terakhir, terjadi banjir bandang besar menewaskan satu orang di kenegrian sihotang. beberapa hari lalu terjadi lagi banjir bandang di desa martoba dan ujur sehingga perlu ada nya penghijauan dengan penanaman pohon serta kewaspadaan akan bencana alam banjir bandang dan longsor agar tidak terulang lagi bencana serupa.

Sebanyak 2.501 batang pohon yang terdiri aren 535 batang, alpukat 1.806 batang, kemenyan 150 batang dan durian 730 batang. Sumber dana bibit dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara melalui UPTD KPH XIII Dolok Sanggul.

Penanaman pohon membantu mengurangi risiko dampak bencana alam, serta mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli dengan situasi lingkungan. Terkhususnya daerah rawan bencana banjir dan longsor, kepedulian ini akan mengurangi kerugian ekonomi, korban jiwa dan kerusakan sumber daya alam.

Bibit pohon didistribusikan pada 12 titik yaitu Desa Siparmahan Kecamatan Harian, SMPN 2 Harian, Desa Dolok Raja, Desa Sampur Toba, Desa Hariara Pohan, Desa Turpuk Limbong, Desa Turpuk Sihotang, SMAN 1 Pangururan, SMAN 1 Sianjur Mula mula, SMKN 1 Simanindo, SMAN 1 Sitiotio, Kelurahan Siogung ogung dan Desa Parmonangan Kecamatan Pangururan.

Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak mengatakan, penanaman pohon sebagai upaya mitigasi/pencegahan bencana yang sangat bermanfaat. Melihat tingkat kerawanan bencana di Kabupaten Samosir yang mengakibatkan banyaknya kerugian.

"Penanaman pohon adalah upaya mitigasi atau pencegahan bencana alam yang sangat bermanfaat, melihat tingkat kerawanan bencana longsor dan banjir di Kabupaten Samosir cukup sering sehingga mengakibatkan infrastruktur banyak rusak, kerugian material, kerugian sumber daya alam hingga menewaskan korban jiwa" ungkapnya.

Sitinjak menambahkan bahwa mejaga lingkungan dan mengantisipasi bencana banjir maupun longsor menjadi tugas bersama seluruh elemen baik pemerintah, masyarakat, guru dan anak didik. 

“Menjaga lingkungan tentu menjadi tugas kita bersama simbolis mutualisme ekologi sangat perlu, penanaman pohon dan penghijauan perlu dilakukan dilingkungan masing-masing,” ujarnya.

Sitinjak berharap kedepanya akan banyak hal yang dikolaborasikan dengan pihak sekolah sebagai upaya mitigasi, sehingga langkah-langkah antisipasi dapat ditempuh ketika terjadi bencana.

“Kami juga berharap akan lebih banyak bantuan bibit dari KPH XIII Dolok Sanggul sehingga akan semakin banyak pohon yang ditanam di Kabupaten Samosir,” ucapnya.

Kepala UPT KPH XIII Dolok Sanggul diwakili Kasubbag TU, Mei Dame Pane mengatakan, upaya pengelolaan lingkungan harus ditingkatkan dengan hal peningkatan penutupan vegetasi yaitu penanaman pohon.

"Upaya pengelolaan lingkungan harus ditingkatkan dengan hal peningkataan penutupan vegetasi yaitu penanaman pohon agar nantinya mengantisipasi dan mencegah terjadinya longsor dan banjir" ungkapnya. 

Agar mengantisipasi dampak perubahan iklim yang terasa dengan perubahan suhu/ iklim yang tak menentu. Penanaman pohon merupakan strategi pengurangan risiko bencana/ tanah longsor. Ia berharap bibit pohon yang ditanam dapat dirawat dengan baik hingga tumbuh subur.

“Kita yang hadir mempunyai komitmen menanam dan merawat pohon. Bumi tempat kita bersama maka lingkungan harus dijaga. Mari menjaga bumi untuk generasi mendatang," tutupnya.

Dengan penanaman pohon dibeberapa titik di daerah rawan bencana, membuat tanah semakin kuat dan penghijauan sehingga meminimalisisr terjadinya bencana longsor dan banjir di Kabupaten Samosir.

(Akb/nusantaraterkini.co)