Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

BPS Sumut Bakal Rekrut 13.000 Petugas Sensus Ekonomi di Sumatera Utara

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap saat menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Asim Saputra di Ruang Kerja Sekdaprov Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (6/3/2026).(foto: diskominfo sumut)

Nusantaraterkini.coMEDAN-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Asim Saputra mengatakan, saat ini BPS tengah menyiapkan petugas sensus. Secara nasional dibutuhkan sekitar 190.000 petugas Sensus Ekonomi 2026, sedangkan di Sumut diperkirakan membutuhkan sekitar 13.000 petugas.

 

Petugas sensus tersebut akan direkrut dari kalangan mahasiswa, dosen, akademisi, serta masyarakat umum yang memenuhi persyaratan. Program ini juga menjadi bagian dari kegiatan padat karya.

Baca Juga : Dukung Kebijakan Rehabilitasi Pasca-Bencana, Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana

 

“Perekrutan petugas sensus ekonomi dimulai pada April. Mereka akan mendapatkan pelatihan selama tiga minggu secara kontinu. Sensus ekonomi akan dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2026,” kata Asim, saat menemui Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, di Ruang Kerja Sekdaprov Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (6/3/2026)..

 

Baca Juga : Dua Juta Pelaku Usaha di Sumut Akan Disensus, Termasuk Bisnis Online

Dikatakan Asim, BPS Sumut mengharapkan dukungan penuh dari Pemprov Sumut guna memastikan partisipasi aktif masyarakat dan para pelaku usaha. Menurutnya, data akurat dari sensus ini akan menjadi fondasi bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

 

Sensus ini, lanjutnya, akan memotret seluruh unit usaha nonpertanian. Tujuannya untuk mengetahui sektor ekonomi unggulan di setiap kabupaten/kota, mengidentifikasi penyebaran pelaku usaha mulai dari skala kecil (UMKM) hingga besar, serta menjadi bahan evaluasi dan tolok ukur terhadap kebijakan ekonomi yang telah berjalan.

Baca Juga : Wujudkan Pasaman Bangkit, Bupati Welly Suhery: Jangan Ada Lagi Data Rekaan di OPD

 

Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Hasil pendaftaran Sensus Ekonomi 2016 menunjukkan terdapat 1,18 juta usaha/perusahaan nonpertanian di Sumut yang dikelompokkan dalam 13 kategori lapangan usaha sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2015.

Baca Juga : Ingatkan Soal Judol dan Pinjol, Pj Sekdaprov Sumut: Sanksinya Tegas

Menanggapi hal ini Sulaiman Harahap, mengatakan, Pemprov Sumut mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hasil sensus tersebut diharapkan dapat membantu perencanaan dan penyelenggaraan pembangunan di Sumut secara lebih terarah dan berbasis data.

 

Melalui sensus ekonomi, kata Sulaiman, akan diperoleh gambaran kondisi riil dunia usaha, mulai dari usaha mikro hingga usaha besar. Data yang dihasilkan dari sensus ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang akurat, mulai dari tingkat desa hingga provinsi.

Baca Juga : Lowongan CPNS 2026: Didominasi Guru, Pemprov Sumut Siapkan 9.759 Formasi

 

“Pada prinsipnya kami mendukung Sensus Ekonomi 2026, karena dalam pembangunan memang membutuhkan data. Pemprov Sumut siap bersinergi dengan BPS Sumut dalam hal sumber daya manusia dan juga publikasi untuk menyukseskan terselenggaranya Sensus Ekonomi 2026,” ujar Pj Sekda.

(Emn/Nusantaraterkini.co)