Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bullying Hingga Narkoba, Faktor Stres Timbulkan Gangguan Mental Bagi Remaja

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. (Foto: istockphoto)

Bullying Hingga Narkoba, Faktor Stres Timbulkan Gangguan Mental Bagi Remaja

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Hari Kesehatan Mental Remaja Sedunia atau yang dikenal dengan World Teen Mental Wellness Day diperingati setiap tahun pada tanggal 2 Maret. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi mental para remaja.

Baca Juga : Dugaan Kejanggalan Putusan Banding Kasus Perundungan Penabur, Kemendikdasmen Turun Tangan

Sebagaimana diketahui, masa remaja adalah masa eksplorasi dan pencarian jati diri. Namun akhir-akhir ini sering terjadi kasus bullying di kalangan anak-anak sekolah, tawuran antar remaja hingga persoalan narkoba yang cukup tinggi di kalangan remaja. 

Baca Juga : Pelajar Probolinggo Bunuh Diri Diduga Korban Bullying, DPR: Ini Kegagalan Kolektif

Wakil Direktur Pelayanan RSJ Prof Dr Ildrem, dr Indah Julika mengatakan bahwa bullying, tawuran dan narkoba bisa menjadi salah satu faktor stressor timbulnya gangguan mental di kalangan remaja. Menurutnya apabila tidak ditangani dengan segera akan menimbulkan gangguan mental yang lebih berat seperti kasus bunuh diri. 

"Hal ini menunjukkan kurangnya pengawasan dan pengetahuan dari keluarga maupun sekolah," katanya kepada wartawan, Minggu (3/3/2024).

Baca Juga : Tekan Angka Kecelakaan, Kapolres Asahan Latih Safety Riding ke Polisi Siswa

Untuk itulah, sebut dia, UPTDK RS Jiwa Prof Dr Muhammad Ildrem sebagai satu-satunya Rumah Sakit Jiwa milik pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memberikan pelayanan tidak hanya penanganan bagi pasien dewasa dan lansia.

Baca Juga : Kenaikan Indeks Kerukunan dan Demokrasi Dorong Peluang Pembangunan dan Investasi

"Tetapi juga siap memberikan pelayanan bagi pasien anak-anak dan remaja baik pelayanan dari psikologi hingga pelayanan spesialis jiwa, konsultan anak dan remaja serta pemberian edukasi baik bagi anak-anak di sekolah," jelasnya.

Dalam kasus ini, Indah mengimbau agar orang tua tidak perlu takut atau malu untuk berkonsultasi ke RS Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem. Sehingga, pada saat mereka mengalami masalah mental, peran orang tua dan orang-orang di sekitarnya sangat dibutuhkan agar mereka tidak mengambil keputusan yang salah. 

Baca Juga : Waspada Post Holiday Syndrome Usai Lebaran 2026, Mengapa Kita Malas Kembali Bekerja?

"Dengan adanya pelayanan ini, kita berharap penanganan permasalahan gangguan mental bagi remaja dapat teratasi baik secara langsung maupun melalui telekonseling. Sehingga akan dapat menggurangi bahkan menghilangkan kasus-kasus gangguan mental dan narkoba di kalangan remaja, dengan harapan remaja Indonesia menjadi remaja yang sehat, mandiri dan penuh inovasi," tandasnya

Baca Juga : Bukan Sekadar Pintar, DWP Sumut Komitmen Cetak Generasi Muda yang Sehat Mental

(zie/nusantaraterkini.co)