Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan hari ini. Rabu (18/12/2024), pukul 08.20 WIB Bursa Asia kompak melemah di mana indeks Nikkei 225 melemah 0,64% ke 38.830,64. Sejalan, indeks Hang Seng anjlok 1,28% ke 19.610,1.
Di sisi lain, indeks Taiex ambles 1,63% ke 22.790,99. Indeks Kospi melemah 1,7% ke 2.442,26 dan indeks ASX 200 anjlok 1,81% ke 8.158,7.
Baca Juga : IHSG Berpotensi Bangkit, Sentimen Global Membaik Usai Sinyal AS Mundur dari Konflik Iran
Selain itu, FTSE Straits Times melemah 0,38% ke 3.765,3 dan FTSE Malay melemah 0,15% ke 1.597,19.
Sementara, Bursa Asia anjlok di pagi ini, mengikuti koreksi di Wall Street karena Federal Reserve memangkas suku bunga untuk pertemuan ketiga berturut-turut, sambil mengisyaratkan lebih sedikit pemotongan suku bunga di 2025.
Baca Juga : IHSG Dibuka Melemah ke 7.136, Bursa Asia Serempak Terkoreksi
Investor di Asia menantikan keputusan suku bunga oleh Bank of Jepang (BOJ) setelah pertemuan kebijakan dua hari. Bank sentral Jepang diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 0,25%.
BACA: Bursa Asia Bervariasi Dengan Kecenderungan Menguat di Awal Perdagangan Pekan Ini
Yen Jepang terlihat sedikit menguat pada Kamis pagi ke level 154,57 terhadap dolar AS.
Baca Juga : Menguat Sendiri di Kawasan Asia, IHSG Dibuka Naik 0,60 Persen ke Level 8.712
Di sisi sebelumnya, Dow Jones Industrial Average anjlok 1.123,03 poin atau 2,58% menjadi 42.326,87 dan mencatatkan penurunan 10 hari pertamanya sejak 1974. Indeks S&P 500 secara umum turun 2,95% menjadi 5.872,16 dan Nasdaq Composite ambles 3,56% ke 19.392,69.
Aksi jual di Wall Street terjadi setelah The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran target 4,25%-4,5%.
Meskipun pemangkasan tersebut telah diantisipasi secara luas, The Fed mengindikasikan hanya akan ada dua pemangkasan suku bunga pada tahun 2025, lebih sedikit dari empat pemangkasan dalam perkiraan sebelumnya.
“Kami bergerak cukup cepat untuk sampai di sini, dan saya pikir ke depannya jelas kami bergerak lebih lambat,” kata Ketua The Fed Jerome Powell pada konferensi pers pascapertemuan.
