Nusantaraterkini.co, YOGYAKARTA - Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana memberikan penjelasan perihal dugaan penyebab kecelakaan bus pariwisata Saestu Trans yang terguling di jalan Dlingo-Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (8/2/2024) siang.
Dari hasil pemeriksaan sopir bus, penyebab kecelakaan diduga lantaran rem blong sehingga terjadi kecelakaan yang menyebabkan 3 orang meninggal dunia. Todal penumpang ada 53 orang, termasuk sopir bus.
"Keterangan dari pengemudi rem blong. Kelayakan bus berdasarkan KIR mati," ujarnya dikutip Kompas.com, Kamis malam.
Baca Juga : 62 Persen Bus Pariwisata Langgar Aturan, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Jelang Mudik Lebaran
Kendati demikian, pihaknya masih terus mendalami peristiwa ini untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Dari keterangan saksi imbuhnya, kecelakaan berawal dari bus pariwisata nopol E 7607 V yang dikemudikan Arnada Feby Prastyan (25) warga Pablengan Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, melaju dari arah timur (atas) ke barat (turun).
Sesampainya di TKP yakni sekitar tikungan wanagama, Wukirsari, bus yang berpenumpang 53 orang termasuk sopir dan crew itu mengalami rem blong yang sebelumnya sudah tercium bau kampas rem.
"Pengemudi banting stir ke kanan yang mengakibatkan bus jatuh ke sebelah kiri dan terseret ke bawah," kata Jeffry.
Baca Juga : Bus Pariwisata Terbakar di Tikungan Amoy Sibolangit, 40 Penumpang Selamat
Tiga orang meninggal dunia
Akibatnya tiga orang meninggal dunia, yakni SW (57) meninggal dunia di lokasi, AK (25), dan HS (40) meninggal dalam perjalanan. Ketiganya disebut berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah.
Adapun korban lainnya, 10 orang sudah kembali menggunakan bus. Dan sisanya masih dirawat di RS.
Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban
"Total penumpang 53 beserta pengemudi," pungkasnya. (rsy/nusantaraterkini.co)
