Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Debat Cawapres, Mulai dari IKN Sampai Kepada Pulang Debat Buka Google

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 saat debat Cawapres (Screnshoot)

Debat Cawapres, Mulai dari IKN Sampai Kepada Pulang Debat Buka Google

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 2 Gibran Rakabuming Raka menjawab pertanyaan tentang mana yang menjadi prioritas anggaran pembangunan infrastruktur fisik atau kualitas SDM dan ekonomi rakyat.

Terlihat dalam debat Cawapres, Gibran Rakabuming Raka terlihat tenang menjawab pertanyaan tersebut. Ia pun menyatakan tidak semua harus menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Contoh, Ibu Kota Nusantara (IKN). Banyak yang gagal paham. Tidak 100 persen dari APBN, hanya 20 persen dan sisanya investasi dari swasta dan luar negeri,” jawab Gibran Rakabuming Raka, Jumat (22/12/2023).

Baca Juga : Novri Susan Buka Makna Dibalik Bahasa Mahfud MD dengan Ilmu Sosiologi

Ia pun menjelaskan bahwa fisik atau SDM, dua-duanya penting dan keduanya harus dijalankan secara paralel yang berujung kepada Indonesia emas sehingga sangat dibutuhkan SDM emas juga.

Gibran Rakabuming Raka juga menjelaskan dengan permisalan siswa SMK. Di mana setiap siswa di SMK itu harus bisa memenuhi kebutuhan zaman dan industri. “Sehingga, siswa lulusan SMK siap menerima tantangan kerja,” ujarnya.

Sedangkan untuk pembangunan fisik, sambungnya, tidak selalu harus berasal dari APBN. Karena, sambungnya, bisa berkolaborasi dengan pihak swasta seperti dengan CSR. “Jadi, tidak semuanya harus dibebani oleh APBN,” akunya.

Baca Juga : Bela Gibran di Debat Cawapres, Grace Sentil Perilaku Anies dan Ganjar ke Prabowo

Nantinya, aku Gibran Rakabuming Raka, yang menjadi tugasnya nantinya harus bisa menerima keuangan negara lebih baik lagi dari sebelumnya.

Gibran Rakabuming Raka juga menyatakan ketika berkoordinasi dengan kementrian bisa lebih luas dan ingin menaikkan rasio pajak sehingga penerimaan negara bisa diperdayakan untuk Pendidikan dan Kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Mahfud MD yang juga merupakan Cawapres nomor urut 3 mengaku sangat tertarik dengan IKN. “Tapi, saya tergelindik IKN hanya 20 persen. Sejauh yang kita baca sampai sekarang belum ada investor yang masuk kalau ada sebutkan, minimal dua saja. Yang saya dengar, justru ada ratusan ribu hektar tanah sudah dikuasai perusahaan tertentu,” akunya.

Baca Juga : Komdigi Tegur Google, YouTube Dinilai Abaikan Aturan Batas Usia di Bawah 16 Tahun

Hal tersebut pun langsung ditanggapi sama Gibran Rakabuming Raka. Cawapres nomor urut 2 ini pun mengaku, Muhaimin dulu ikut meresmikan dan potong tumpeng di IKN. “Dulu mendukung sekarang kenapa tidak mendukung?,” jawab Gibran atas pernyataan Muhaimin dalam debat Cawapres.

Ia pun menegaskan bahwa IKN bukan bangunan pemerintah melainkan sebagai simbol transformasi pembangunan di Indonesia. 

Sedangkan untuk Prof Mahfud MD, Gibran mengungkapkan serta mengarahkan agar Mahfud MD setelah pulang dari debat Cawapres harus buka Google. “Setelah debat, lihat Google ya Pak Mahfud,” tegasnya.

Baca Juga : Meta dan Google Divonis Bersalah Atas Kasus Kecanduan Anak

(Akb/nusantaraterkini.co)