Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Diusir, Dubes Afrika Selatan Diberi Waktu 72 Jam untuk Tinggalkan Amerika Serikat

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Patung mantan presiden Afrika Selatan Nelson Mandela terlihat di depan Union Buildings di Pretoria, Afrika Selatan, pada 5 Desember 2023. (Foto: Xinhua/Zhang Yudong)

Nusantaraterkini.co, JOHANNESBURG - Duta besar (dubes) Afrika Selatan Ebrahim Rasool diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan Amerika Serikat (AS) setelah diusir dari negara tersebut.

Juru bicara Departemen Hubungan dan Kerja Sama Internasional (Department of International Relations and Cooperation/DIRCO) Chrispin Phiri mengonfirmasi kepada media lokal News24 pada Sabtu (15/3/2025) bahwa ia sudah menerima konfirmasi resmi dari misi Afrika Selatan di AS pada Jumat (14/3/2025) malam waktu setempat bahwa Rasool telah diusir, dan persiapan untuk pemulangannya telah dilakukan.

Baca Juga: Imam Masjid LGBT Pertama Muhsin Hendricks Tewas Ditembak di Afrika Selatan

Phiri mengatakan bahwa Rasool akan menyampaikan keterangan kepada Pretoria setibanya di Afrika Selatan. “Dari situ, Pretoria akan menilai langkah selanjutnya yang perlu dilakukan dan persetujuannya,” imbuh Phiri. 

Baca Juga: Zaki Apresiasi Kedubes Arab Saudi Gelar Buka Puasa Bersama di Masjid Agung

Sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Jumat menyatakan Rasool sebagai "persona non grata" di platform media sosial X, menyusul pidato yang sebelumnya disampaikan oleh dubes Afrika Selatan itu saat dia mengkritik Presiden AS Donald Trump.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Kepresidenan Afrika Selatan pada hari Sabtu, meskipun telah mencatat pengusiran dubesnya yang sangat disesalkan itu, serta mendesak semua pemangku kepentingan yang terkait dan terdampak untuk menjaga tata krama diplomasi yang telah ditetapkan dalam keterlibatan mereka dengan masalah tersebut.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua