Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dolar AS Menguat Tipis di Awal 2026, Pasar Masih Sepi Transaksi

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dollar AS. (Foto: Antara).

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) mencatat penguatan terbatas pada awal perdagangan tahun 2026. Minimnya likuiditas akibat libur panjang membuat pergerakan mata uang global cenderung sempit dan belum menunjukkan arah yang jelas.

Aktivitas pasar yang belum sepenuhnya pulih menyebabkan pelaku pasar memilih bersikap hati-hati, sembari menunggu kembalinya volume transaksi normal dalam beberapa hari ke depan.

Mengutip data Investing.com, Sabtu (3/1/2026), Indeks Dolar AS naik tipis sekitar 0,2 persen, setelah sebelumnya menutup 2025 dengan tekanan cukup dalam. Dolar masih dibayangi ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve serta indikasi perlambatan inflasi AS.

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat ke Rp17.126 per Dolar AS, Didorong Pelemahan Greenback

Di pasar mata uang utama, pasangan USD/JPY menguat sekitar 0,1 persen, sementara EUR/USD terkoreksi 0,3 persen dan GBP/USD melemah 0,2 persen.

Sebaliknya, dolar Australia tampil sebagai mata uang dengan performa terbaik hari ini, dengan AUD/USD menguat sekitar 0,4 persen.

Likuiditas Rendah Warnai Awal Tahun

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah Terbatas di Kisaran Rp17.100–Rp17.200, Pasar Masih Wait and See

Kondisi perdagangan diperkirakan masih akan sepi hingga awal pekan depan, seiring banyaknya investor global yang belum kembali aktif pascalibur Tahun Baru. Meski demikian, analis mengingatkan agar pelaku pasar tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari pergerakan awal tahun.

Strategis Deutsche Bank, termasuk Jim Reid, menilai hari perdagangan pertama sering kali tidak mencerminkan tren pasar sepanjang tahun. “Pergerakan awal kerap menjadi indikator yang kurang akurat untuk membaca arah pasar ke depan,” tulis mereka dalam catatan riset.

Sementara itu, tema besar yang mendominasi pasar pada 2025 diprediksi masih berlanjut. Antusiasme terhadap saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dinilai tetap menjadi motor utama pasar keuangan global pada 2026.

Baca Juga : Rupiah Terseret Isu Geopolitik, Dibuka Melemah ke Rp16.832 per Dolar AS

Pendiri Fairlead Strategies, Katie Stockton, menyebut tren jangka panjang sektor teknologi masih positif, meskipun terdapat pelemahan momentum dalam jangka menengah pada kuartal pertama tahun ini.

(Dra/nusantaraterkini.co).