Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dorongan Kredit Skala Kecil di Sumatera Utara Mendekati Target, Realisasi KUR Capai Rp 13,4 Triliun

Reporter :  Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sejumlah wartawan mendengarkan pemaparan terkait realisasi KUR di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (19/11/2025).(foto:Dinas Kominfo Sumut)

Nusantaraterkini.co,MEDAN-Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk memperluas jangkauan dan memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) menunjukkan hasil signifikan menjelang akhir tahun anggaran 2025. Kolaborasi erat dengan lembaga perbankan kini difokuskan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal melalui hilirisasi dan memperluas inklusi keuangan masyarakat di seluruh penjuru wilayah tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumut, Naslindio Sirait, memaparkan data capaian yang mendekati batas atas target tahunan Pemprov. Menurutnya, hingga akhir bulan Oktober 2025, total dana KUR yang telah tersalurkan di Sumatera Utara telah mencapai Rp13,4 triliun, mengalir ke lebih dari 327.000 debitur. Angka ini hanya sedikit di bawah target kumulatif yang dipatok Pemprov Sumut sebesar Rp15 triliun untuk tahun 2025. 

Baca Juga : Legislator PKS Apresiasi Rencana Prabowo Bebaskan KUR Petani Terdampak Bencana Sumatera

Pernyataan ini disampaikan saat ia menghadiri temu pers  yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (19/11/2025).

Sirait menekankan bahwa strategi Pemprov melampaui sekadar penyediaan modal. Pendekatan yang dilakukan bersifat holistik, mencakup peningkatan legalitas usaha, optimasi produksi, perbaikan infrastruktur, hingga peningkatan kapasitas manajerial pelaku UMKM. Program andalan yang digunakan adalah business matching, yang mempertemukan langsung pemilik usaha potensial dengan pihak perbankan guna mempercepat proses evaluasi kredit.

“Kita ada program Business Matching, yakni membuat pertemuan pelaku usaha dengan perbankan, sehingga mereka bisa melihat UMKM yang potensial. Pemprov juga membantu penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), izin usaha, sampai penataan manajemen pembukuan agar lebih tertib,” jelasnya mengenai fungsi intervensi pemerintah.

Mayoritas dana KUR, secara mengejutkan, diserap oleh sektor perdagangan dengan realisasi mencapai Rp1,51 triliun. Namun, dorongan utama kini diarahkan pada sektor industri pengolahan yang telah menyerap Rp389 miliar. Sirait memiliki harapan besar agar penyaluran KUR ini dapat mendorong peningkatan proses nilai tambah produk pertanian. Ia mencontohkan produk dasar pertanian diolah menjadi komoditas siap pakai atau setengah jadi, seperti jagung yang diubah menjadi pakan ternak, atau cabai dan tomat yang diolah menjadi berbagai jenis saus.

Baca Juga : DPR Apresiasi Prabowo Bebaskan Utang KUR Petani Korban Bencana Sumatera

Distribusi dana KUR menunjukkan konsentrasi di beberapa wilayah kunci: Kabupaten Deliserdang memimpin dengan penyaluran Rp1,6 triliun, diikuti oleh Kota Medan dengan Rp1,4 triliun, sementara Kabupaten Nias Barat dan Gunungsitoli menjadi daerah dengan penyaluran terendah. Tiga bank utama yang mendominasi penyaluran adalah BRI, Bank Mandiri, dan Bank Sumut.

Selain itu, Sirait mengungkapkan fakta penting mengenai risiko kredit: tingkat kredit macet (Non Performing Loan/NPL) untuk UMKM di Sumut tercatat sangat rendah, yakni hanya 2,5%. Angka ini jauh di bawah NPL sektor konstruksi yang mencapai 7%. 

“Artinya UMKM masih bisa dipercaya,” tegasnya, memberikan jaminan atas kelayakan investasi pada sektor usaha skala kecil dan menengah.

(Akb/Nusantaraterkini.co)