Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gelombang Serangan Iran Guncang Teluk: Ledakan Terdengar di Doha, Dubai hingga Kuwait

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Asap membubung ke langit setelah ledakan terdengar di Manama, Bahrain, Sabtu (28/2/2026). (Foto: Stringer/REUTERS)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Serangkaian ledakan dilaporkan mengguncang sejumlah negara Teluk pada awal pekan ini, termasuk di Doha dan Dubai.

Sekitar enam dentuman keras terdengar di Doha, ibu kota Qatar, pada Senin (1/3/2026) pagi. Media berbasis di Qatar, Al Jazeera, melaporkan suara ledakan tersebut diduga berkaitan dengan gelombang serangan terbaru dari Iran.

Sejumlah saksi mata menyebut suara ledakan terdengar cukup kuat dan menimbulkan kepanikan warga. Hingga kini, pemerintah Qatar belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait sumber maupun dampak insiden tersebut.

Baca Juga : Minyak Dunia Melonjak Tajam, Konflik Iran Picu Harga Brent Tembus USD 107 per Barel

Tak hanya Doha, laporan dari CNN menyebutkan ledakan juga terdengar di Dubai, kota utama di Uni Emirat Arab (UEA). Kedua negara ini diketahui menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk.

Situasi ini disebut berkaitan dengan eskalasi konflik setelah AS bersama Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat penting lainnya.

Drone Dicegat, Ledakan Terdengar di Kuwait

Sementara itu, ledakan keras juga terdengar di Kuwait pada Senin (2/3/2026) dini hari. Dentuman tersebut terjadi saat sistem pertahanan udara negara itu mencegat sejumlah drone yang memasuki wilayahnya.

Berdasarkan laporan Reuters, pencegatan itu merupakan bagian dari respons atas ancaman serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.

Drone dilaporkan berhasil dijatuhkan di sekitar kawasan Rumaithiya dan Salwa. Otoritas setempat memastikan sebagian besar drone berhasil dilumpuhkan sebelum mencapai target. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden tersebut.

Iran sebelumnya menyatakan akan membidik instalasi militer AS di kawasan sebagai respons atas operasi militer gabungan AS dan Israel. Kuwait sendiri termasuk salah satu negara Teluk yang memiliki fasilitas militer AS di wilayahnya.

Ketegangan yang terus meningkat ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Teluk dan dampaknya terhadap stabilitas regional maupun global.

(Dra/nusantaraterkini.co).