Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Jumat (6/3/2026) berada di zona merah. Tekanan jual yang masih dominan membuat indeks melemah sejak awal sesi.
Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.04 WIB, IHSG berada di posisi 7.678,59, turun 31,95 poin atau 0,41 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pada awal sesi, IHSG dibuka di level 7.699,47, lebih rendah dari posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di 7.710,54. Dalam pergerakan awal tersebut, indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.700,32 dan level terendah 7.634,69.
Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Rekomendasi Saham BBRI hingga INCO
Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup aktif pada awal sesi. Volume transaksi tercatat mencapai 2,11 miliar saham dengan nilai perdagangan sekitar Rp1,057 triliun. Sementara frekuensi transaksi telah mencapai 135.900 kali.
Dari sisi pergerakan saham, tercatat 187 saham mengalami penguatan, 317 saham melemah, dan 454 saham stagnan. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar saham domestik pada pembukaan perdagangan.
Nilai kapitalisasi pasar di BEI saat ini berada di kisaran Rp13.668 triliun.
Baca Juga : IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 7.146 pada Perdagangan 8 Mei 2026, Investor Pantau Sentimen Global
Pelemahan IHSG juga diikuti oleh sejumlah indeks utama lainnya. Indeks LQ45 tercatat turun 0,42 persen ke level 784,55, sementara Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,59 persen menjadi 510,93.
Selain itu, Indeks KOMPAS100 juga terkoreksi 0,47 persen ke posisi 1.071,65, sedangkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,39 persen ke level 271,62.
Indeks lain seperti IDX30 tercatat turun 0,33 persen menjadi 417,65, dan JII70 terkoreksi 0,46 persen ke posisi 194,45.
Baca Juga : IHSG Tertekan Sepekan, Turun 2,42% di Tengah Lesunya Aktivitas Transaksi
Secara teknikal, pergerakan IHSG pada awal perdagangan masih menunjukkan pola fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Para pelaku pasar masih menanti berbagai sentimen global maupun domestik yang dapat memengaruhi arah pergerakan pasar sepanjang perdagangan hari ini.
(Dra/nusantaraterkini.co).
