Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Diramalkan Bergerak Sideways di Perdagangan Senin (6/1/2025)

Editor :  Team
Reporter :  wiwin
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 1,22 poin atau 0,02% ke 7.164. Dalam sepekan, IHSG menguat 2,59%.(sumber foto: kontan)

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Akhir perdagangan Jumat (3/1/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 1,22 poin atau 0,02% ke 7.164. Dalam sepekan, IHSG menguat 2,59%.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang melihat secara teknikal, IHSG tertahan oleh resistance dinamis MA20 yang berada di kisaran level 7.218. Selain itu, pada histogram MACD menunjukkan pergerakan yang cenderung sideways. 

BACA: IHSG Bergerak Fluktuatif Sejak Awal Perdagangan dan Ditutup Hanya Menguat Tipis di Perdangan Sesi I Siang Ini

Baca Juga : IHSG Menguat 55,57 Poin Bertengger di Level 7.909,63

"Kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.100-7.200 pada perdagangan Senin (6/1)," kata Alrich.

Sentimen dari global, perhatian pasar akan tertuju pada rilis risalah Federal Open Market Committee (FOMC) yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter. 

BACA: IHSG Ditutup Menguat 83,30 Poin ke Level 7.163,20 di Akhir Perdagangan Kamis (2/1/2025)

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Menguji Level 7.680 di Perdagangan Selasa (12/8/2025)

Data lain seperti Non-Farm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran juga akan dirilis di pekan depan. NFP diperkirakan menurun menjadi 150 ribu dari sebelumnya di 227 ribu yang menunjukkan potensi pelemahan di pasar tenaga kerja. 

Penurunan ini konsisten dengan perkiraan para ekonom yang memperkirakan tingkat pengangguran akan berada pada level 4,2%. 

BACA: IHSG Bertengger Di Zona Hijau Menguat 51,44 Poin ke Level 7.131,35 Hingga Akhir Perdagangan Sesi I

Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Naik ke 7.185, Ini Strategi dan Rekomendasi Saham Pilihan

"Jika data ini sesuai atau lebih buruk dari ekspektasi, pasar mungkin melihatnya sebagai konfirmasi perlambatan ekonomi di Amerika Serikat, sehingga dapat memengaruhi sikap The Fed terhadap kebijakan suku bunga," ujarnya.

Dari domestik, pekan depan akan dirilis sejumlah data penting, yaitu indeks keyakinan konsumen (IKK), penjualan ritel dan cadangan devisa. 

BACA: IHSG Ditutup di Zona Hijau di Perdagangan Terakhir Tahun 2024: 10 Saham Net Sell Terbesar Asing

Baca Juga : IHSG Tertekan Sepekan, Turun 2,42% — Kapitalisasi Pasar Susut ke Rp12.382 Triliun

IKK untuk Desember diproyeksikan turun ke level 120 dari sebelumnya 125,90 yang menggambarkan sedikit penurunan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi. 

Sementara itu, data penjualan ritel Desember diperkirakan menunjukkan perbaikan, didorong oleh momen pergantian tahun yang biasanya meningkatkan konsumsi masyarakat, meskipun daya beli secara keseluruhan masih relatif lemah. 

Sebagai informasi, tingkat pertumbuhan penjualan ritel pada bulan November tercatat sebesar 1,50% YoY.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpotensi Tembus 7.500, Sinyal Penguatan Muncul di Awal Pekan

Terakhir, cadangan devisa Indonesia diperkirakan akan tumbuh menjadi US$ 152 miliar dari level sebelumnya US$ 150,2 miliar. Cadangan devisa relatif berada pada level yang aman karena setara dengan 6,5 bulan impor dan tetap jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Founder Stocknow.id Hendra Wardana memproyeksikan IHSG pada Senin (6/1) bergerak sideways dalam rentang support 7.063 dan resistance 7.216. 

Sentimen utama IHSG pada Senin (6/1) masih berasal dari kabar pembatalan PPN 12% dan peningkatan Purchasing Managers' Index (PMI).  

Baca Juga : IHSG Hari Ini Terkoreksi ke 7.594, Waspada Tekanan Lanjutan, Ini Strategi yang Disarankan Analis

"Dengan situasi pasar yang minim sentimen baru, investor disarankan untuk tetap selektif dan fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang jelas," jelas Hendra kepada Kontan, Jumat (6/1).

Oleh karenanya, strategi diversifikasi juga penting untuk mengelola risiko dan mengoptimalkan peluang keuntungan di tengah pergerakan IHSG yang cenderung terbatas.

Hendra merekomendasikan untuk trading buy saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di target harga Rp 10.200 per saham dan speculative buy saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) dengan target harga masing-masing Rp 1.710 dan Rp 885 per saham. 

Adapun bagi investor yang ingin memanfaatkan volatilitas jangka pendek, Hendra bilang PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) cocok untuk day trade dengan target harga Rp 450 per saham.

Sementara itu, saham-saham pilihan untuk pekan depan dari Phintraco Sekuritas antara lain, DOID, MAIN, PNBN, JPFA, ISAT dan MBMA.(kontan)