Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Selasa (3/12/2024) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 102,18 poin atau 1,45% ke level 7.149,16 di pasar spot.
Diketahui, ada sebanyak 331 saham naik, 228 saham turun dan 220 saham stagnan.
Di sisi lain, ada sembilan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan dua indeks sektoral lainnya tergelincir ke zona merah.
Baca Juga : IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Simak Rekomendasi Saham BBRI hingga INCO
BACA: IHSG Dibuka Menguat 56,55 Poin ke Level 7.114,74 di Awal Perdagangan Selasa (3/12/2024)
Kemudian, untuk indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang naik 2,58%, sektor properti naik 1,16% dan sektor keuangan naik 1,10%.
Sementara, indeks sektoral yang melemah adalah sektor transportasi yang turun 0,45% dan sektor kesehatan yang turun 0,32%.
Baca Juga : IHSG Tertekan 4,73% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp705 Triliun
Dengan total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 9,83 miliar saham dengan total nilai Rp 5,26 triliun.
Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:
Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Naik ke 7.185, Ini Strategi dan Rekomendasi Saham Pilihan
1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (6,79%)
2. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (5,71%)
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) (4,48%)
BACA: Kurs Rupiah dibuka Melanjutal Koreksi Melemah 0,12% di Level Rp15.925 Per Dolar AS
Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:
Baca Juga : IHSG Tertekan Sepekan, Turun 2,42% — Kapitalisasi Pasar Susut ke Rp12.382 Triliun
1. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (-2,63%)
2. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) (-1,20%)
3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) (-1,03%)
BACA: Bursa Asia Mendapat Sentimen Positif dari Wall Street Disokong oleh Reli Saham Teknologi
Mengenal IHSG dan Fungsinya bagi Investor Pasar Modal
Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpotensi Tembus 7.500, Sinyal Penguatan Muncul di Awal Pekan

IHSG adalah sebuah indeks saham yang dianggap penting oleh investor dalam negeri. Namun, apa sebenarnya IHSG? Dan apa fungsinya bagi investor?
Apa Itu IHSG?
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG adalah indeks saham yang mengukur kinerja harga semua saham yang tercatat di papan utama dan papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam Bahasa Inggris, IHSG juga disebut sebagai IDX Composite Index (ICI).
Baca Juga : IHSG Hari Ini Terkoreksi ke 7.594, Waspada Tekanan Lanjutan, Ini Strategi yang Disarankan Analis
IHSG sendiri diluncurkan sejak April 1983 ketika BEI masih bernama Bursa Efek Jakarta (BEJ). Indeks tersebut dihitung dengan menggunakan rata-rata berimbang berdasarkan jumlah saham di bursa (Market Value Weighted Average Index), di mana datanya dihitung setiap hari perdagangan saham, yakni Senin hingga Jumat dari pukul 09.00-16.00 WIB.
IHSG Adalah Indeks Paling Penting di Bursa Saham
Meski merupakan indeks paling utama, IHSG adalah salah satu dari 43 indeks saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Namun, investor umumnya mengacu pada IHSG sebagai parameter utama dalam melihat sentimen yang terjadi di pasar saham dan acuan sebelum memutuskan berinvestasi.
Lantas, kenapa IHSG bisa menjadi indeks acuan? Jawabannya, IHSG adalah indeks saham yang berstatus indeks Headline dengan subklasifikasi Composite.
Asal tahu saja, indeks Headline adalah indeks yang dijadikan acuan utama untuk menggambarkan kinerja pasar modal secara keseluruhan.
Kemudian, subklasifikasi Composite adalah klasifikasi indeks saham yang dipakai guna mengukur kinerja pasar modal Indonesia. Nah, dalam hal ini, hanya IHSG saja yang masuk ke dalam subklasifikasi ini. Oleh karenanya, tak heran jika IHSG memegang peranan penting dalam mencerminkan kondisi pasar modal Indonesia saat ini.
Apa Saja Fungsi IHSG bagi Investor?
Seperti yang disinggung sebelumnya, IHSG adalah indeks yang punya peranan penting bagi investor. Namun, apa saja kondisi-kondisi yang bisa dibaca investor dari indeks saham satu ini?
1. Mengukur Kinerja Pasar Saham
Salah satu fungsi utama IHSG adalah sebagai indikator kinerja bursa saham Indonesia secara keseluruhan. Sebab, ia mencerminkan pergerakan harga semua saham yang mewakili berbagai sektor industri di Indonesia secara real-time.
Dengan melihat perubahan nilai IHSG, investor pun dapat menilai apakah pasar saham sedang mengalami bergairah atau justru sedang lesu.
2. Acuan Investasi
IHSG dapat digunakan sebagai acuan bagi para investor dalam mengambil keputusan investasi.
Investor dapat melihat tren pergerakan IHSG untuk menentukan apakah pasar sedang dalam kondisi bullish atau bearish. Informasi ini dapat membantu investor dalam menentukan strategi investasi yang tepat, seperti membeli atau menjual saham pada waktu yang tepat.
Namun selain itu, pergerakan IHSG juga bisa digunakan untuk menaksir kinerja portofolio saham. Sebagai contoh, anggap saja Sobat Cuan memiliki kumpulan saham dari beberapa perusahaan. Kemudian, jika hari itu angka IHSG naik, maka kamu bisa membacanya sebagai indikasi bahwa nilai portofoliomu ikut membaik. Begitu pun sebaliknya.
3. Sebagai Indikator Sentimen Pasar
IHSG juga berperan sebagai indikator sentimen pasar atau sentimen investor.
Jika nilai IHSG meningkat, maka hal ini dapat mencerminkan optimisme dan kepercayaan investor terhadap pasar saham. Sebaliknya, jika IHSG mengalami penurunan, maka hal ini dapat menunjukkan kekhawatiran atau pesimisme di kalangan investor.
Nah, seluruh sentimen tersebut nantinya dapat mempengaruhi pergerakan harga saham secara keseluruhan.
4. Penilaian Kondisi Ekonomi
Perubahan nilai IHSG juga dapat memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi Indonesia secara umum.
Jika IHSG mengalami peningkatan yang signifikan dalam jangka waktu tertentu, maka hal ini dapat dianggap sebagai indikasi pertumbuhan ekonomi yang kuat. Sebaliknya, penurunan nilai IHSG dapat mengindikasikan kondisi ekonomi yang lesu atau mengalami tantangan.
5. Acuan Kebijakan Pemerintah dan Regulator
IHSG juga menjadi acuan penting bagi pemerintah dan regulator dalam menganalisis kondisi pasar modal dan merumuskan kebijakan yang tepat untuk mengembangkannya.
Perubahan nilai IHSG dapat memberikan informasi tentang stabilitas pasar saham, likuiditas, dan daya tarik investasi di Indonesia. Pemerintah dan regulator dapat menggunakan informasi ini untuk mengidentifikasi kebijakan yang perlu diimplementasikan guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pasar modal yang sehat.
(nusantaraterkini.co/win)
