Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Menguat 3,77% Dalam Sepekan Terkerek Rilis Sejumlah Data Ekonomi Amerika Serikat

Editor :  Team
Reporter :  wiwin
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pada perdagangan Jumat (6/12/2024) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 69,472 poin atau 0,95% ke 7.382,785 di pasar spot. IHSG menguat 3,77% dalam sepekan.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (6/12/2024) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 69,472 poin atau 0,95% ke 7.382,785 di pasar spot. IHSG menguat 3,77% dalam sepekan.

BACA: IHSG Ditutup Menguat 26,21 Poin ke Level 7.339,52 di Akhir Perdagangan Sesi I

Menanggapi hal tersebut, VP Marketing, Strategy and Planning PT Kiwoom Sekuritas Indonesia mengatakan IHSG tercatat menguat 3,77% dalam sepekan terakhir dengan asing mencatatkan net sell sebesar Rp 650 miliar di seluruh perdagangan. 

Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Naik ke 7.185, Ini Strategi dan Rekomendasi Saham Pilihan

Sektor keuangan menjadi yang paling banyak dilepas oleh investor asing, dengan penjualan terbesar tercatat pada saham BBRI sebesar Rp 1,34 triliun, diikuti oleh BBNI sebesar Rp 202 miliar dan BBCA Rp 53 miliar.

BACA: Kurs Rupiah Menguat 0,09% Berada di Level Rp15.848 Per Dolar AS Siang Ini

Audi menilai sentimen pasar pekan ini terpengaruh oleh rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang mengindikasikan pasar tenaga kerja masih cukup kuat.

Baca Juga : IHSG Tertekan Sepekan, Turun 2,42% — Kapitalisasi Pasar Susut ke Rp12.382 Triliun

Hal ini memberi sinyal bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserves (The Fed) kemungkinan akan lebih lambat dalam menurunkan suku bunga di masa mendatang.

"Dari dalam negeri, data inflasi yang masih terjaga menjadi sentimen positif untuk pasar," kata Audi.

BACA: Harga Emas Spot Naik 0,24% di Level US$ 2.654,90 Per Ons Troi Dipicu Kebijakan Suku Bunga Federal Reserve

Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpotensi Tembus 7.500, Sinyal Penguatan Muncul di Awal Pekan

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat ada sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG dalam sepekan.

Pertama, IHSG mencatat inflow sebesar Rp 2,7 triliun meskipun hanya berlangsung selama dua hari. Selain itu penguatan IHSG juga didukung oleh sektor IDX Techno dan IDX Basic Materials.

BACA: Mayoritas Bursa Asia Turun Mengikuti Penurunan Saham AS Menjelang Rilis Data Pekerja AS

Baca Juga : IHSG Hari Ini Terkoreksi ke 7.594, Waspada Tekanan Lanjutan, Ini Strategi yang Disarankan Analis

Kedua, dirinya memperkirakan investor menanti keputusan The Fed akan pemangkasan suku bunga, di mana tone terakhir The Fed belum mengisyaratkan adanya pemangkasan. Namun demikian, secara probabilitas terjadi adanya peningkatan akan pemangkasan suku bunga.

"Ketiga, sentimen datang dari pembagian dividen," kata Herditya.

Herditya juga memproyeksikan pergerakan IHSG pada Senin (9/12) berpeluang melanjutkan penguatannya dengan support 7.283 dan resistance 7.386.

Selain itu, Audi memperkirakan IHSG pada Senin (9/12) bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 7.293 dan resistance 7.470 dengan indikator MACD menunjukkan penguatan tren, sejalan juga dengan indikator RSI. 

Meski demikian, dorongan volume transaksi cenderung lemah dengan berada di bawah rerata 20 hari.

"Pasar tengah menantikan rilis data indeks keyakinan konsumen bulan Nov 2024, yang diperkirakan tetap di level 121, jika berada di bawahnya maka akan cenderung menjadi sentimen negatif di tengah tren penurunan beberapa bulan terakhir," ujarnya.