Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Parkir di Zona Hijau Bertengger di Level 7.926,45 di Perdagangan Sesi I, Jumat (15/8/2025)

Editor :  Team
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona merah setelah dibuka menguat.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan sesi I, Jumat (15/8/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona merah setelah dibuka menguat.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG terkoreksi tipis 0,06% ke level 7.926,45 di pasar spot.

Baca Juga : IHSG Melanjutkan Penguatan ke Level 7.853,51 di Awal Perdagangan Rabu (13/8/2025)

Delapan dari 11 indeks sektoral di BEI turun. Sektor yang turun paling dalam adalah infrastruktur 1,77%, perindustrian 0,78%, barang baku 0,66%, energi 0,47%, properti dan real estate 0,43% dan barang konsumen primer 0,35%.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 33,19 miliar dengan nilai transaksi Rp 23,65 triliun. Ada 378 saham yang turun, 230 saham yang naik dan 189 saham yang stagnan.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG akan Berlanjut Menguat dengan Support 7.731 dan Resistance di 7.830 Hari Ini

Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) 4,38% ke Rp 655 per saham
2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) 3,70% ke Rp 1.30 per saham
3. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 3,48% ke Rp 1.385 per saham.

Baca Juga : IHSG Dibuka Positif Naik 57,666 Poin Berada di Level 7.663,591 di Awal Perdagangan Selasa (12/8/2025)

Top gainers di LQ45 adalah:
1. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) 2,56% ke Rp 8000 per saham
2. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 1,99% ke Rp 1.280 per saham
3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 1,63% ke Rp 1.560 per saham

Baca Juga : IHSG Dibuka Positif Naik 57,666 Poin Berada di Level 7.663,591 di Awal Perdagangan Selasa (12/8/2025)

Analis Pasar: Usai All Time High, IHSG Diproyeksikan Bakal Terbang ke Level 8.000

Pada akhir perdagangan Kamis (14/8/2025), IHSG ditutup menguat 0,49% ke level 7.931,25. Level ini memecahkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH). Di sesi pertamanya, IHSG bahkan sempat menyentuh 7.973.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju hingga mencapai all time high (ATH) baru dan mendekati level psikologis di 8.000. Hal ini terjadi seiring mulai kembalinya aliran dana asing.

Baca Juga : IHSG Ditutup Menguat 72,54 Poin Bersandar di Level 7.605,92 Sore Ini

Di seluruh pasar, dana asing sudah melakukan beli bersih atau net buy Rp 4,70 triliun dalam sepekan. Sementara sebulan terakhir, net buy asing telah mencapai Rp 3,10 triliun.

Ekonom PT Panin Sekuritas Tbk Felix Darmawan menilai, ada sejumlah faktor pemicunya. Pertama, meredanya tensi perang tarif dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. 

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Menguji Level 7.680 di Perdagangan Selasa (12/8/2025)

Kedua, pasar juga tengah berspekulasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 25-50 basis poin pada September mendatang. Ini juga didukung rilis kinerja emiten yang rerata berada di atas ekspektasi pasar.

"Arus masuk ini berpotensi bertahan hingga akhir Agustus, terutama jika ekspektasi cut rate (pemangkasan suku bunga acuan) The Fed masih tinggi dan yield obligasi US tidak kembali naik signifikan," terang Felix kepada Kontan, Kamis (14/8/2025).

Felix mencermati, saham-saham sektor emiten plat merah dan perbankan banyak diincar asing. Dalam sepekan terakhir, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan net buy asing Rp 1,13 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,48 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,35 triliun, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 194,98 miliar.

Jangka Pendek?

Meski begitu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menilai, inflow asing ini masih bersifat jangka pendek yang memanfaatkan momentum tertentu. Sebab bila ditarik sejak awal tahun, net sell asing masih terlalu besar yakni sebesar Rp 57,34 triliun.

"Masih membutuhkan konfirmasi net inflow bulanan berturut-turut dan rupiah yang cenderung lebih stabil untuk bisa disebut mulainya tren inflow asing yang berkelanjutan," ujarnya.

Audi bilang, penguatan IHSG ditopang aliran dana asing ke saham perbankan dan telekomunikasi. Sebab, valuasinya terbilang murah setelah tertekan sepanjang kuartal I lalu. 

Faktor lain, Bank Indonesia (BI) juga berpeluang memangkas suku bunganya di rapat dewan gubernur pekan depan. Ini ditambah dengan rilis data PDB Indonesia yang tumbuh 5,12% YoY di kuartal II 2025.

Ditambah lagi, rupiah pada Kamis (14/8/2025), mencapai level terkuatnya sejak awal 2025, yang akan semakin menarik perhatian asing terhadap pasar saham Indonesia dalam jangka pendek.

Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Fath Aliansyah Budiman menimpali, saham konglomerasi seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (RATU) yang berpotensi bergabung dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) selanjutnya turut memancing gairah investor terhadap pasar saham Indonesia.

Pekan depan, Audi memprediksi, IHSG bisa bergerak menguat terbatas di kisaran 7.700-8.200, seturut keputusan moneter BI dan data pertumbuhan kredit. Dari eksternal.

IHSG akan terpengaruh oleh arah kebijakan The Fed. Sementara hingga akhir tahun, IHSG bisa bergerak di level 8.000-8.100.

Perkiraan Felix, IHSG akan bergerak di kisaran 8.000, dengan katalis rilis PDB Indonesia dan tren net buy asing yang menurutnya akan tetap berlanjut.

"Strategi yang relevan adalah fokus pada saham berkapitalisasi besar yang likuid dan punya prospek defensif sekaligus pertumbuhan, seperti big banks, TLKM, dan ASII," sarannya.

Adapun Audi menyarankan buy terhadap saham BBRI dengan target harga Rp 4.360, TLKM Rp 3.240, PT Bank Mandiri Rp 6.300, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 11.500, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 1.720.