Nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN - Menjelang akhir tahun 2025, dodol khas Mandailing Natal (Madina) yang dikenal sebagai Alame, menjadi primadona di Kota Padangsidimpuan.
Hal ini lantaran, makanan ini bisa dibawa kemana saja tanpa khawatir akan rusak atau basi.
Pemilik usaha Alame, Nurhalima Siregar menceritakan, telah menekuni usahanya selama lima dari tahun 2020 di Desa Pudun Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.
Baca Juga : 6 Minuman Sehat yang Aman dan Baik untuk Pengidap Asam Lambung
"Untuk masak dodol selama enam jam, dimasak memakai kuali besar dan tungku ditambah kayu bakar, pekerja kita yang memasak dodol warga sekitar," jelasnya kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (13/11/2025) sore.
Nurhalima mengatakan Alame dimasak sebanyak 4 kg dengan hasil 70 bungkus. Bahan bakunya itu ada tepung pulut, gula merah, gula aren, kelapa, penenila itu untuk pewangi agar dodol tersebut harum tidak ada bahan pengawet.
Setelah dimasak lalu dikemas seperti sebagaimana tikar yang terbuat dari anyaman daun pandan. Warna alame itu coklat kehitaman.
Baca Juga : Kenali Nutrisi dan 9 Manfaat Talas bagi Kesehatan Tubuh
"Dodol atau alame tahannya selama 1 bulan lebih, intinya jangan ditimpa agar dodol tersebut tetap bagus," ungkapnya.
Untuk harga Alame per bungkusnya Rp15.000. Jelang akhir tahun, makanan ini banyak permintaan konsumen dari berbagai daerah seperti Medan, Pekanbaru, dan Jambi.
"Tiga tungku yang kita punya dimanfaatkan untuk memasak Alame pada saat masuk tahun baru dan lebaran. Alhamdulillah konsumen kita ada aja untuk membelinya," pungkasnya.
(Ron/Nusantaraterkini.co)
