Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Keputusan Besar di Tengah Ketegangan Militer, Iran dan AS di Ambang Perang?

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlihat usai pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. (Foto: Xinhua/Peng Ziyang)

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, AS kini sedang menghadapi keputusan besar yang harus diambil terkait Iran. 

"Ada keputusan besar yang harus kami ambil mengenai apakah akan menyerang Iran, dan pilihannya tidak mudah," ujar Trump dalam sebuah acara di Texas, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga : Iran Ajukan Draf Damai ke AS: Tuntut Cabut Blokade Laut dan Sanksi Minyak dalam 30 Hari

Setiap kesepakatan dengan Iran, sebutnya, harus memenuhi persyaratan Washington. 

Baca Juga : Trump Sebut Respons Iran Terhadap Proposal Damai AS Tidak Dapat Diterima

"Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi harus membuat kesepakatan yang bermakna," kata Trump.

"Saya lebih memilih cara damai. Namun, mereka orang-orang yang sangat sulit," tambahnya. 

Baca Juga : Inggris Kirim Kapal Perang HMS Dragon ke Timur Tengah, Siap Amankan Selat Hormuz

Sebelumnya pada Jumat yang sama, Trump mengatakan kepada awak media bahwa dia tidak senang dengan progres perundingan nuklir AS-Iran, tetapi belum membuat keputusan final terkait potensi operasi militer terhadap Iran.

Baca Juga : Nasib Iran di Piala Dunia 2026, Benarkah Akan Digantikan Italia?

"Saya sebenarnya tidak ingin menggunakan pasukan AS, tetapi terkadang Anda harus melakukannya," imbuhnya.

Saat ini pemerintahan Trump telah meningkatkan pengerahan militernya di Timur Tengah, mengirimkan tambahan skuadron tempur dan menempatkan dua gugus tempur kapal induk di kawasan tersebut.

Baca Juga : Filipina Batasi Harga Beras Impor di Tengah Dampak Konflik Iran, Ini Tujuannya

Kapal induk USS Gerald R. Ford tiba di lepas pantai Israel pada Jumat, bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang telah beroperasi di Laut Arab sejak akhir Januari.

Teheran memperingatkan bahwa setiap serangan akan memicu serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.

Pembicaraan teknis tambahan antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/3/2026) di Wina, Austria.

(Xinhua/nusantaraterkini.co)