Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kerusuhan Meluas di Tiga Kota Iran, Enam Orang Dilaporkan Tewas

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Para pemilik toko dan pedagang turuk ke jalan dalam aksi demonstrasi, memprotes kondisi ekonomi Iran pada Senin (29/12/2025) (Foto: Fars via AFP)

Nusantaraterkini.co, IRAN - Kerusuhan melanda tiga kota di Iran pada Kamis (1/1/2026) dan menewaskan enam orang. Aksi ini dipicu gelombang protes pedagang yang menentang melonjaknya harga kebutuhan serta stagnasi ekonomi yang dirasakan di berbagai wilayah negara tersebut.

Mengutip laporan AFP, demonstrasi awalnya berlangsung damai sejak Minggu (28/12/2025). Namun situasi memanas seiring berlanjutnya aksi hingga beberapa hari kemudian dan berubah menjadi bentrokan dengan aparat keamanan.

Kantor berita Iran, Fars, melaporkan dua korban tewas dalam bentrokan di Kota Lordegan, Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari. Sementara tiga korban lainnya dilaporkan meninggal dunia di Azna, Provinsi Lorestan.

Baca Juga : Iran Bongkar Keterlibatan 10 Intelijen Asing dalam Kerusuhan Nasional, Sebut Ada Rencana AS-Israel

Dalam insiden tersebut, sejumlah demonstran disebut melempari bangunan pemerintah dengan batu. Target serangan mencakup kantor gubernur, masjid, balai kota, hingga perbankan. Aparat kepolisian merespons aksi anarkistis itu dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Akibat kerusuhan, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Polisi juga menangkap beberapa orang yang diduga berperan sebagai penggerak massa.

Fars turut melaporkan bahwa kericuhan dimanfaatkan oleh kelompok perusuh untuk menyerang kantor kepolisian setempat di tengah berlangsungnya demonstrasi.

Baca Juga : Iran Pulihkan Akses Internet dan Layanan SMS Usai Pemadaman Nasional

Korban tewas keenam merupakan seorang petugas keamanan dari kelompok Basij yang gugur saat mengamankan bentrokan di Kota Kouhdasht, Lorestan.

“Seorang anggota Basij dari Kouhdasht meninggal dunia semalam akibat tindakan perusuh saat bertugas menjaga ketertiban umum,” ujar Deputi Gubernur Provinsi Lorestan, Said Pourali.

Basij diketahui merupakan organisasi sukarelawan paramiliter yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran. Pourali menambahkan, sedikitnya 13 anggota kepolisian dan Basij mengalami luka-luka akibat lemparan batu selama kerusuhan berlangsung.

(Dra/nusantaraterkini.co).