Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Azikin Solthan, menegaskan bahwa aspek keselamatan kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam membangun industri pariwisata yang mampu bersaing di tingkat global.
Pernyataan tersebut disampaikan Azikin dalam kegiatan pelatihan berbasis kompetensi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sektor pariwisata.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata atas penyelenggaraan pelatihan yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Baca Juga : K3 Jadi Prioritas, DPR Dorong Standar Keselamatan di Wisata Tirta
Menurutnya, tren wisata menunjukkan bahwa wisatawan semakin selektif dalam memilih destinasi, dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan sebagai prioritas utama.
“Kualitas layanan dan aspek keselamatan merupakan faktor utama dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, kita sedang menyiapkan garda terdepan yang profesional dalam menghadapi berbagai risiko kerja,” ujar Azikin, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan tersebut juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar yang diwakili oleh Risman Ruslan. Keterlibatan BPBD dinilai penting karena pelatihan ini berkaitan langsung dengan mitigasi bencana dan keselamatan fisik di destinasi wisata.
Baca Juga : Lembaga Baru di KKP Butuh SDM dan Peralatan Lengkap untuk Maksimalkan Pengelolaan Laut
Lebih lanjut, Azikin menegaskan komitmen Komisi VII DPR RI untuk terus mendukung program penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Politisi dari Partai Gerindra tersebut menilai bahwa investasi pada kualitas SDM akan memberikan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sebagai penutup, mantan Bupati Bantaeng itu mengingatkan agar ilmu yang diperoleh dalam pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan.
“Kedisiplinan dalam menerapkan protokol K3 diharapkan mampu meminimalisir angka kecelakaan di lokasi wisata,” pungkasnya.
(LS/nusantaraterkini.co).
