Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kritik Usulan Sopir MBG Pakai Kostum Power Ranger, DPR Tekankan Fokus Gizi, Jangan Gimik!

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
BGN kirim power ranger agar anak-anak mau makan MBG (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan sopir mobil pengantar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) memakai kostum Power Rangers. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak dapat antusias makan.

Merespon itu, Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mempertanyakan apakah langkah itu ada kaitannya dengan minat siswa untuk mengonsumsi MBG.

"Memang ada kaitan? Mungkin memang anak-anak surprise melihat ada power rangers, tapi itu tidak akan membuat mereka serta merta mau makan, jika menunya tidak membuat mereka berselera," katanya, Kamis (18/12/2025).

Politikus NasDem ini mengatakan, perlu ada edukasi hingga gaya hidup yang mesti dipraktikan siswa dalam menyantap makanan, terutama sayur-mayur. Dia menyebut semestinya BGN mencari solusi menu yang menarik untuk disajikan ke siswa.

"Tapi kalau di rumah tidak diajarkan makan sayuran biar didatangkan Power Rangers tetap saja mereka nggak akan makan sayur, karena itu selera yang sulit diubah jika tidak ditelateni orang tuanya," tegas legislator dapil Sumsel II ini.

Baca Juga : MPR Minta Prosedur Keluar-Masuknya Mobil MBG di Lingkungan Sekolah Dievaluasi

"Saya sih lebih mengusulkan untuk sayuran agar anak-anak mau mengkonsumsi, ya dibuat menu yang menarik dengan rasa yang membuat mereka tertarik," sambung anggota BURT DPR ini

Tak Subtansial dan Berisiko

Sedangkan, Anggota Komisi IX DPR Ashabul menilai usul itu tak substansial dan berisiko menimbulkan polemik di publik.

"Menurut saya, program Makan Bergizi Gratis ini adalah program yang sangat serius dan menyangkut langsung kesehatan serta masa depan anak-anak kita. Karena itu, pendekatan yang digunakan juga harus mencerminkan keseriusan negara dalam memenuhi hak dasar anak atas gizi yang layak," kata Ashabul.

Ia tak sepakat dengan usulan sopir MBG memakai kostum Power Rangers. Ashabul menilai usul itu tak substansial dan mengarah ke sensasional.

"Terkait usulan sopir MBG menggunakan kostum Power Rangers, saya memahami bahwa niat awalnya mungkin untuk menarik perhatian dan membangun antusiasme anak-anak," ujarnya.

"Namun saya melihat hal ini bukanlah solusi yang substansial. Justru berpotensi menimbulkan polemik di ruang publik karena fokus masyarakat bisa bergeser dari tujuan utama program ke hal-hal yang bersifat simbolik dan sensasional," sambungnya.

Baca Juga : Mobil MBG Tabrak Siswa dan Guru di Cilincing, Komisi IX Desak Penegak Hukum Lakukan Investigasi Menyeluruh

Ia menekankan bahwa yang harus menjadi PR bagi BGN adalah memastikan menu yang dihadirkan memenuhi gizi para siswa. Ia menyoroti permasalahan program MBG yang masih dikeluhkan oleh masyarakat RI sampai saat ini.

"Yang seharusnya menjadi perhatian utama kita saat ini adalah bagaimana memastikan makanan yang dibagikan benar-benar bergizi, aman dikonsumsi, terdistribusi tepat waktu, serta menjangkau seluruh anak yang berhak," katanya.

"Di saat masih ada persoalan pemerataan layanan dan kualitas pelaksanaan di lapangan, saya kira kurang tepat jika energi dan wacana publik diarahkan pada hal-hal yang tidak esensial," sambungnya.

Ashabul mengatakan semestinya BGN meningkatkan edukasi gizi ke sekolah-sekolah. Ia mewanti-wanti usulan tersebut hanya menimbulkan gimik yang berisiko.

"Kalau memang ingin meningkatkan ketertarikan dan kesadaran anak-anak, pendekatannya bisa melalui edukasi gizi yang lebih baik di sekolah, keterlibatan guru dan tenaga kesehatan, serta komunikasi yang ramah anak tanpa harus berlebihan. Negara hadir dengan cara yang mendidik, bukan dengan gimik yang berisiko disalahpahami," ungkapnya

Baca Juga : Komisi X Minta Evaluasi Komperehensif soal Mobil MBG Tabrak Siswa SD di Jakut

Ia mengingatkan BGN untuk berhati-hati dalam menyampaikan gagasan ke publik. Ashabul menekankan setiap kebijakan yang disampaikan perlu pertimbangan yang matang, apalagi BGN mengatur anggaran dalam jumlah besar.

"Program ini menggunakan anggaran negara dan berada dalam sorotan masyarakat. Setiap ide perlu dipertimbangkan secara matang, tidak hanya dari sisi kreativitas, tetapi juga dari sisi etika publik dan dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat," ujar Ashabul.

"Jadi, ini bukan soal boleh atau tidak boleh memakai kostum, melainkan soal prioritas. Program Makan Bergizi Gratis harus dijalankan dengan fokus, bermartabat, dan berorientasi pada manfaat nyata bagi anak-anak. Itulah yang paling penting," imbuhnya.

Sebelumya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengusulkan sopir mobil pengantar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) memakai kostum Power Rangers. Dia berharap hal itu membuat anak-anak antusias makan.

Nanik mengatakan SPPG juga bisa bekerja sama dengan tenaga ahli kesehatan di puskesmas, kader posyandu, maupun PKK untuk memberikan penyuluhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Selain itu, SPPG juga bisa bekerja sama dengan lurah untuk membuat forum pertemuan di desa-desa terkait penyuluhan gizi dan menjelaskan tentang MBG.

Dia lalu mengapresiasi kepala SPPG, akuntan, ahli gizi, mitra, serta relawan dapur yang kreatif untuk pendidikan gizi anak-anak. Misalnya, untuk mendorong minat anak-anak makan sayuran, pengantar hidangan MBG memakai kostum Power Rangers.

(cw1/nusantarterkini.co)