Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mata Uang Negara Anjlok, Parlemen Iran Copot Menteri Ekonomi

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi mata uang Iran. (Foto: istockphoto)

Nusantaraterkini.co, TAHERAN - Parlemen Iran melakukan pemungutan suara untuk mencopot Menteri Ekonomi Abdolnaser Hemmati dari jabatannya karena salah urus ekonomi dan mata uang nasional yang anjlok, pada Minggu (2/3/2025), kata media pemerintah.

Menurut situs web tidak resmi, seperti alanchand.com, selama periode delapan bulan, mata uang Iran telah kehilangan hampir setengah nilainya terhadap dolar Amerika. Rial Iran saat ini berada pada 927.000 terhadap 1 dolar AS, dibandingkan 595.500 pada Agustus tahun lalu.

Sejumlah anggota parlemen yang menentang Hemmati menilai, selain gagal mencegah kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok seperti obat-obatan, makanan dan perumahan, Hemmati juga tidak mampu mengendalikan pasar valuta asing.

Baca Juga: Kurs Rupiah Melemah 0,29% ditutup di Level Rp16.341 Per Dolar AS

Prioritas Ekonomi Hemmati Dinilai Kurang Tepat

Media pemerintah Iran melaporkan Hemmati telah memprioritaskan untuk mengakhiri sanksi Amerika terhadap Iran dan menghapus negara itu dari daftar hitam Satuan Tugas Aksi Keuangan (Financial Action Task Force). Hal ini ditentang oleh anggota-anggota parlemen yang percaya bahwa Teheran harus fokus pada sanksi “netralisasi”.

Para pendukung Hemmati mengatakan ini bukan saat yang tepat untuk memecat menteri perekonomian karena Iran masih berada di bawah sanksi Amerika. Mengganti Hemmati dengan pejabat baru, kata mereka, akan semakin memperparah ketidakstabilan.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang Utama Lainnya Setelah Empat Hari Penurunan

Perekonomian adalah tantangan utama bagi para ulama yang berkuasa di Iran, yang khawatir akan bangkitnya protes terhadap kehidupan masyarakat rendah dan menengah yang marah karena meningkatnya kemiskinan. Aksi-aksi protes ini mulai muncul sejak tahun 2017.

Presiden Amerika Donald Trump telah menerapkan kembali kampanye “tekanan maksimum” untuk memangkas ekspor minyak Iran hingga nol.

Dalam pemungutan suara hari Minggu, 182 anggota parlemen mendukung mosi tidak percaya terhadap Hemmati, sementara 89 orang menentang langkah itu.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: VOA