Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mayoritas Bursa Asia Turun Mengikuti Penurunan Saham AS Menjelang Rilis Data Pekerja AS

Editor :  Team
Reporter :  wiwin
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pada perdagangan Jumat (6/12/2024) pagi bursa Asia bergerak beragam dengan mayoritas indeks melemah di pasar spot. 

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (6/12/2024) pagi bursa Asia bergerak beragam dengan mayoritas indeks melemah di pasar spot. 

BACA: Harga Emas Antam Turun Rp8.000 Dibanderol Rp1.514.000 Per Gram di Perdagangan Jumat (6/12/2024)

Diperdagangan pukul 08.26 WIB, indeks Nikkei 225 turun 247,15 poin atau 0,63% ke 39.146,18, Hang Seng naik 51,18 poin atau 0,26% ke 19.611,62, Taiex turun 33,31 poin atau 0,14% ke 23.231,40.

Baca Juga : IHSG Berpotensi Bangkit, Sentimen Global Membaik Usai Sinyal AS Mundur dari Konflik Iran

BACA: mayoritas bursa Asia turun, mengikuti penurunan saham AS menjelang rilis data pekerjaan

Sementara Kospi turun 9,28 poin atau 0,38% ke 2.431,49, ASX 200 turun 43,52 poin atau 0,51% ke 8.432,10, Straits Times turun 16,26 poin atau 0,40% ke 3.807,12 dan FTSE Malaysia naik 1,05 poin atau 0,06% ke 1.616,69.

Diketahaui mayoritas bursa Asia turun, mengikuti penurunan saham AS menjelang rilis data pekerjaan yang akan memberi petunjuk arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Baca Juga : IHSG Dibuka Melemah ke 7.136, Bursa Asia Serempak Terkoreksi

BACA: Kurs Rupiah Dibuka Menguat 0,06% di Level Rp15.852 Per Dolar AS Ditopang Tren Pelemahan Dolar AS Secara Global

Pasar bergerak mixed karena investor cenderung berhati-hati menjelang rilis data ekonomi AS, setelah gejolak politik di Asia dan Eropa yang memicu volatilitas pasar.

Mengutip Bloomberg, para ekonom memperkirakan nonfarm payrolls akan meningkat sekitar 220.000 pada November, pulih setelah dua badai dan pemogokan yang menurunan angka penggajian pada Oktober.

Baca Juga : Sempat jadi Primadona, Pasar Petisah Kini Berubah Sepi

"Pembuat chip melemah di pasar AS, dan saham peralatan manufaktur semikonduktor di Jepang juga rentan terhadap penjualan," kata Masahiro Ichikawa, kepala strategi pasar di Sumitomo Mitsui DS Asset Management.

"Namun sulit melihat pergerakan besar hari ini menjelang rilis data ketenagakerjaan AS."

Investor Asia juga mencermati langkah Korea selatan untuk meningkatkan likuiditas setelah krisis politik pekan ini memicu lonjakan volatilitas mata uang tersebut.

Baca Juga : Siasat Bertahan di Tengah Inflasi, Kuliner Murah jadi Oase bagi Mahasiswa dan Pekerja di Medan