Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pasar Saham AS Bergerak Mendatar dalam Sesi yang Cenderung Tenang Pekan Ini

Editor :  Team
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pada perdagangan pekan ini, pasar saham AS menutup perdagangan pekan ini dengan pergerakan mendatar dalam sesi yang cenderung tenang pada Jumat.(sumber foto: reuters)

Nusantaraterkini.co - Pada perdagangan pekan ini, pasar saham AS menutup perdagangan pekan ini dengan pergerakan mendatar dalam sesi yang cenderung tenang pada Jumat.

Diketahui, untuk saham S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan mingguan, sementara Nasdaq melanjutkan tren positifnya dengan kenaikan mingguan keempat berturut-turut.

BACA: Wall Street Bertengger di Zona Merah Menjelang Pertemuan Federal Reserve Minggu Depan

Baca Juga : Indeks Utama Wall Street Terkerek Naik Double Digit Saat Penutupan Tahun 2024

Sementara, Broadcom (AVGO.O) melonjak hingga 24% setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi Wall Street.

Broadcom juga memperkirakan pertumbuhan signifikan dalam permintaan chip AI khusus selama beberapa tahun mendatang.

BACA: Wall Street Menghijau Didongkrak Reli Saham Teknologi Turut Mengangkat Nasdaq Di Atas Tonggak 20.000 Poin

Baca Juga : Pasar Saham AS dan Harga Bitcoin Menari-nari di Pasar Spot Terkerek Kebijakan Donald Trump

Kinerja ini berhasil membawa kapitalisasi pasar Broadcom melewati angka psikologis US$1 triliun untuk pertama kalinya.

Kinerja Saham di Sektor Semikonduktor
Di sektor semikonduktor, saham Marvell Technology (MRVL.O), yang juga berkompetisi di bidang chip AI, naik 10,8%.

Sementara Nvidia (NVDA.O), pemimpin pasar AI, justru melemah 2,2%. Namun, indeks semikonduktor SOX mencatat kenaikan 3,2%.

Baca Juga : IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 7.146 pada Perdagangan 8 Mei 2026, Investor Pantau Sentimen Global

Nasdaq berhasil menembus angka 20.000 untuk pertama kalinya pada Rabu, berkat dorongan dari saham teknologi.

BACA: Indeks Utama Wall Street Ditutup Lebih Rendah Terkerek Keputusan Suku Bunga Federal Reserve

Momentum ini diperkuat oleh laporan inflasi yang sesuai dengan ekspektasi, yang mengukuhkan peluang Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan mendatang.

Baca Juga : IHSG Berpotensi Bangkit, Sentimen Global Membaik Usai Sinyal AS Mundur dari Konflik Iran

Menurut alat pemantau CME FedWatch, 97% trader memperkirakan pemangkasan suku bunga pada pertemuan Fed 17-18 Desember, meskipun peluang jeda pada Januari tetap tinggi.

Pergerakan Indeks Utama
Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 86,06 poin (0,20%) ke 43.828,06. S&P 500 (.SPX) turun 0,16 poin (0,00%) ke 6.051,09. Nasdaq Composite (.IXIC) naik 23,88 poin (0,12%) ke 19.926,72.

Meskipun S&P 500 dan Dow melemah secara mingguan, Nasdaq terus menguat, didukung oleh minat tinggi terhadap saham teknologi yang diuntungkan oleh tren kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga : Bursa Asia Mayoritas Nongkrong di Zona Hijau Sambil Menunggu Pelantikan Presiden AS Donald Trump

Performa Saham Individu
RH (RH.N) mencatat kenaikan signifikan sebesar 16,95% setelah melaporkan peningkatan pendapatan bersih pada kuartal ketiga. Sebaliknya, D.R. Horton (DHI.N) mengalami penurunan 0,89% setelah J.P. Morgan menurunkan peringkatnya menjadi "underweight."

Imbal hasil obligasi AS meningkat di semua tenor, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun mencapai level tertinggi tiga minggu.

Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Management, menyebut bahwa penjualan obligasi berbasis suku bunga menjadi tren dominan, sementara saham-saham teknologi melanjutkan reli.

Baca Juga : Wall Street Merosot Karena Lonjakan Pada Sesi Sebelumnya Mereda: Dow Jones Industrial Average Ditutup Melemah 68,42 Poin

Di sisi lain, sentimen investor juga terdorong oleh optimisme terkait kebijakan pro-bisnis yang diharapkan dari Donald Trump setelah kemenangannya dalam pemilu presiden.

Volume Perdagangan dan Rasio Kenaikan
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 12,56 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 14,03 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Rasio penurunan terhadap kenaikan saham mencapai 2,23 banding 1 di NYSE. S&P 500 mencatat delapan saham dengan harga tertinggi 52-minggu, sementara 15 saham mencatat harga terendah.

Nasdaq Composite mencatat 75 saham dengan harga tertinggi baru, sedangkan 199 saham menyentuh harga terendah.