Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pasar Saham AS dan Harga Bitcoin Menari-nari di Pasar Spot Terkerek Kebijakan Donald Trump

Editor :  Team
Reporter :  wiwin
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pada perdagangan Senin (16/12/2024) pasar saham di Amerika Serikat, Wall Street mencatat penguatan didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi AS dan antisipasi pasar terhadap pekan sibuk kebijakan bank sentral. (sumber foto: reuters)

Nusantaraterkini.co, NEW YORK - Pada perdagangan Senin (16/12/2024) pasar saham di Amerika Serikat, Wall Street mencatat penguatan didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi AS dan antisipasi pasar terhadap pekan sibuk kebijakan bank sentral. 

BACA: Wall Street Bertengger di Zona Merah Menjelang Pertemuan Federal Reserve Minggu Depan

Sementara itu, Harga Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru tembus US$ 106.446,43 setelah Presiden terpilih Donald Trump mengusulkan pembentukan cadangan strategis dengan Bitcoin.  

Baca Juga : Indeks Utama Wall Street Terkerek Naik Double Digit Saat Penutupan Tahun 2024

Federal Open Markets Committee (FOMC) akan menggelar pertemuan terakhir tahun 2024 pada Selasa, yang diprediksi akan menghasilkan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. 

BACA: Wall Street Menghijau Didongkrak Reli Saham Teknologi Turut Mengangkat Nasdaq Di Atas Tonggak 20.000 Poin

Investor juga akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru dan "dot plot," yang mengindikasikan jalur suku bunga ke depan di tengah data inflasi yang masih tinggi dan ekonomi yang cukup tangguh.  

Baca Juga : Pasar Saham AS Bergerak Mendatar dalam Sesi yang Cenderung Tenang Pekan Ini

Data dari S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis AS terus tumbuh bulan ini, meskipun sektor manufaktur masih melemah. "Ekonomi AS adalah yang terbaik dibandingkan Eropa dan China saat ini," kata Peter Tuz, Presiden Chase Investment Counsel di Virginia.  

Pasar Saham dan Valas
Indeks Dow Jones naik 73,61 poin (0,17%) ke 43.904,10, S&P 500 menguat 25,05 poin (0,41%) ke 6.076,14, dan Nasdaq naik 149,34 poin (0,75%) ke 20.076,25. 

Namun, pasar Eropa tertekan oleh penurunan peringkat kredit Prancis oleh Moody's pada Jumat lalu. Indeks STOXX 600 turun 0,12%, sementara FTSEurofirst 300 melemah 0,05%.  
Di Asia, saham pasar berkembang turun 0,27% ke 1.104,04, sementara Nikkei Jepang melemah tipis 0,03% ke 39.457,49.  

Baca Juga : Iran Ajukan Draf Damai ke AS: Tuntut Cabut Blokade Laut dan Sanksi Minyak dalam 30 Hari

Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi tiga minggu, dengan indeks dolar turun tipis 0,03% ke 106,84. Sementara itu, euro naik 0,09% menjadi $1,0511, dan dolar menguat 0,4% terhadap yen menjadi 154,26.  

Harga Bitcoin dan Komoditas 
Harga Bitcoin melonjak lebih dari 50% sejak pemilu presiden AS dan mencetak rekor baru di US$ 106.446,43, didorong oleh rencana Trump untuk mendirikan cadangan Bitcoin.

"Gagasan ini menarik tetapi menimbulkan pertanyaan tentang manfaatnya," kata Tuz. Ethereum juga menguat 1,03% ke US$ 3.943,70.  

Baca Juga : Trump Sebut Respons Iran Terhadap Proposal Damai AS Tidak Dapat Diterima

Harga minyak melemah akibat data ekonomi China yang lesu, menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan.

Minyak mentah AS turun 0,36% menjadi US$ 71,03 per barel, sementara Brent melemah 0,39% ke US$ 74,20 per barel.  

Harga emas menguat menjelang keputusan The Fed, dengan emas spot naik 0,27% menjadi US$ 2.655,60 per ons, dan kontrak berjangka emas AS naik 0,24% ke US$ 2.662,50 per ons.  

Baca Juga : Bitcoin Tembus 70.000 Dolar AS, Redanya Tensi Geopolitik AS-Iran Jadi Katalis Utama

Dengan agenda kebijakan moneter yang padat, pasar global terus menunjukkan volatilitas tinggi, sementara investor tetap fokus pada arah kebijakan bank sentral utama dunia.