Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pasien RS Tarakan Meninggal Tanpa Penjelasan, Direktur Sampaikan Permohonan Maaf

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Gedung RSUD Tarakan. (Foto: dok ist)

Nusantaraterkini.co, JAKARTARumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan akhirnya angkat bicara menjawab somasi keluarga pasien dari almarhum Johanes Patria Sitanggang. Diketahui, somasi tersebut dilayangkan karena keluarga tidak mendapatkan penjelasan terkait meninggalnya almarhum.

Dalam surat yang mereka layangkan kepada pihak keluarga, Senin (2/6/2025), RS Tarakan menyampaikan permohonan maaf yang disampaikan langsung dan ditandatangani oleh Direktur RSUD Tarakan, dr Weningtyas Purnomorini MARS.

"Saya secara pribadi merasa sangat prihatin dan menyesal serta menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas proses perawatan medis yang belum optimal khususnya dalam komunikasi terapeutik dan hospitality dari dokter penanggung jawab pasien," ungkapnya dalam surat yang dikutip.

Baca Juga: Pasien Meninggal, Keluarga Layangkan Somasi ke RS Tarakan

Karena itu, dr Weningtyas mengaku hal ini akan menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran yang sangat berharga untuk meningkatkan mutu pelayanan mereka di masa mendatang.

"Dengan segala kerendahan hati saya selaku Direktur dan segenap keluarga RSUD Tarakan menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya Tuan Johanes Patria Sitanggang. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan," sebutnya.

Sementara itu, menanggapi somasi yang dilayangkan keluarga, dr Weningtyas menyatakan, pihaknya mengundang keluarga untuk bertemu dengan dr Diah Asih Lestari SpB-KBD selaku dokter penanggung jawab pasien dan manajemen rumah sakit pada, Kamis (5/6/2025) di lantai 14 RSUD Tarakan.

Sebelumnya, Keluarga almarhum Johanes Patria Sitanggang mengaku telah melayangkan somasi kepada pimpinan Rumah Sakit (RS) Tarakan di Jakarta Pusat. Somas dilayangkan pihak keluarga, yakni Anna Tuning Sitanggang, Budiman Martono Sitanggang dan Meilani Nurkalam Sitanggang.

"Somasi ini dilayangkan perihal permintaan pertanggungjawaban atas meninggalnya pasien atas nama Johanes Patria Sitanggang," kata mereka lewat keterangan tertulis, Senin (2/6/2025).

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Keluarga almarhum Johanes Patria Sitanggang melayangkan somasi kepada pimpinan Rumah Sakit (RS) Tarakan yang berada di Jakarta Pusat.

Somasi dilayangkan pihak keluarga, yakni Anna Tuning Sitanggang, Budiman Martono Sitanggang dan Meilani Nurkalam Sitanggang.

"Somasi ini dilayangkan perihal permintaan pertanggungjawaban atas meninggalnya pasien atas nama Johanes Patria Sitanggang," kata mereka lewat keterangan tertulis, Senin (2/6/2025).

Baca Juga: RS dan Puskesmas Sering Rujuk Pasien, Legislator: Sama Aja Menggarong Pemerintah

Ketiganya menjelaskan, somasi tersebut ditujukan kepada Direktur RS Tarakan dr. Weningtyas Purnomorini, MARS dan dokter bedah yang menangani almarhum, dr Diah Asih Lestari, Sp.B.

"Somasi ini atas dugaan kelalaian dalam penanganan medis yang mengakibatkan kematian adik kami pada tanggal 4 Mei 2025," jelasnya.

Mereka menceritakan, awal mula kejadian ini bermula saat almarhum masuk ke IGD RS Tarakan pada tanggal 29 April 2025 dengan diagnosa usus buntu. Selanjutnya dijadwalkan operasi pada 30 April 2025 pukul 16.00 WIB, namun ditunda tanpa penjelasan memadai hingga pukul 20.00 WIB.

Namun sejak tindakan operasi dilakukan hingga almarhum meninggal dunia, tidak ada komunikasi atau penjelasan langsung dari dokter bedah kepada keluarga pasien mengenai kondisi medis pasca operasi.

"Hingga surat ini dikirimkan, tidak ada penjelasan resmi, baik secara lisan maupun tertulis, dari pihak RS Tarakan maupun dokter yang bertanggung jawab," sebut mereka.

(Akb/Nusantaraterkini.co)