Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pelajar SMP di Bandung Barat Ditemukan Tewas, Diduga Korban Pembunuhan

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi mayat. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, BANDUNG – Warga Kabupaten Bandung Barat digegerkan dengan penemuan jasad seorang pelajar SMP di area bekas objek wisata Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri, Jumat (13/2/2026) malam. Aparat kepolisian kini tengah mendalami kasus tersebut untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Kapolres Cimahi, Niko N. Adi Putra, membenarkan adanya laporan penemuan jenazah tersebut. Namun, ia menyatakan penyelidikan masih berlangsung sehingga pihaknya belum dapat memberikan keterangan detail.

“Benar, tadi malam kami menerima laporan terkait penemuan mayat. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya di Bandung dikutip Minggu (15/2/2026).

Baca Juga : Komisi III Dukung Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Pidana Izin Tambang di Raja Ampat

Ditemukan dengan Dugaan Luka Tusuk

Berdasarkan informasi awal, korban merupakan siswa SMP 26 Kota Bandung yang berinisial ZAA. Saat ditemukan, terdapat tanda-tanda kekerasan pada bagian perut yang diduga akibat benda tajam.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Sartika Asih guna menjalani autopsi.

Baca Juga : Apes, Kecelakaan saat Bawa Narkoba, Pria Tatoan di Tanjung Morawa Digelandang Brimob

Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi kejadian, termasuk menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Pihak Sekolah Berduka

Kepala SMP 26 Kota Bandung, Titin Supriatin, mengungkapkan bahwa terakhir kali korban terlihat di sekolah pada Senin (9/2/2026) saat mengikuti pelajaran olahraga.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Langsung Melemah Dibuka di Level Rp16.299 Per Dolar AS

Ia juga menyampaikan duka mendalam atas kepergian ZAA. Menurutnya, korban telah kehilangan sang ibu sejak duduk di bangku kelas lima SD. ZAA merupakan anak kedua dari empat bersaudara, sementara ayahnya diketahui sedang sakit.

“Kami sangat terpukul atas kejadian ini. Di sekolah, kami terus berupaya melindungi peserta didik dari berbagai bentuk kekerasan melalui edukasi dan kerja sama dengan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami motif serta kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga : Pengendara Keluhkan Kondisi Jembatan Anggoli di Jalur Tapteng-Tapsel

(Dra/nusantaraterkini.co).