Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pelaku Usaha Minta Sosok Menteri Ekonomi dari Kalangan Profesional yang Jauh dari Ego Sektoral

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sarman Simanjorang. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan para pelaku usaha berharap Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka harus selektif dalam memilih sosok menteri yang menangani sektor perekonomian.

Hal tersebut dikarenakan perekonomian global dan nasional sedang melemah, sehingga diperlukan tim kabinet yang berpengalaman serta mampu menciptakan terobosan baru untuk menghadapi dinamika perekonomian yang penuh ketidakpastian.

Baca Juga : AYP Bela Menag Soal Jet Pribadi: Bukan Dana Negara, Murni Fasilitas Pribadi

“Sekalipun (figur yang dipilih) merupakan perwakilan partai politik, harus tetap mengedepankan profesionalisme yang dimiliki, sehingga ketika menjabat seratus persen mengabdi untuk rakyat, bukan pada partai politik yang diusungnya,” kata Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Otonom Daerah Kadin Indonesia Sarman Simanjorang, Rabu (16/10/2024).

Baca Juga : Terima Kunker Baleg DPR RI, Pj Sekda Sumut: Butuh Pembaruan Regulasi Perkuat Pondasi Ekonomi

Dia menambahkan, Prabowo dalam memilih menteri dari kalangan profesional juga yang jauh dari ego sektoral.

“Pelaku usaha berharap agar Kabinet Prabowo-Gibran lebih mengedepankan figur yang profesional, pengalaman leadership, semangat kolaboratif, mumpuni pada bidang yang dipimpinnya dan jauh dari sifat ego sektoral,” ujar Sarman.

Baca Juga : Apresiasi Inisiatif Menteri Purbaya, Legislator: Pengusaha Rokok Rumahan Dirangkul, Bukan Dipukul

Pihaknya pun berharap pengumuman resmi tokoh-tokoh yang terpilih menduduki kursi menteri nantinya bisa menimbulkan respons yang positif dari pasar keuangan, misalnya dengan menguatnya IHSG dan nilai tukar rupiah.

Baca Juga : Gubernur Bobby Nasution dan Serikat Buruh Bahas Lanjutan Kenaikan Upah dan Rumah Subsidi

Sejauh ini, lanjut Sarman, para pelaku usaha merespons positif masuknya sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dalam bursa calon menteri kabinet Prabowo-Gibran.

Misalnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani yang telah dipanggil menemui Prabowo pada Senin, 14 Oktober.

Baca Juga : Erick Thohir Soroti Peran Diplomasi Olahraga dalam Perkuat Hubungan Antarnegara

Sarman menuturkan, pelaku usaha menginginkan para menteri baru nantinya dapat bergerak cepat untuk mengendalikan deflasi domestik yang terjadi dalam lima bulan terakhir akibat menurunnya daya beli masyarakat.

Baca Juga : Mendagri: Bantuan dari Red Crescent UEA Tak Dikembalikan, Disalurkan Lewat Lembaga Kemanusiaan Muhammadiyah

Masalah lainnya adalah angka pengangguran yang telah menembus 7,2 juta orang serta penduduk miskin yang mencapai 25,33 juta orang per Maret 2024.

Selain itu, kabinet baru juga diharapkan untuk bisa segera bekerja mengantisipasi perlambatan perdagangan, investasi, dan pergerakan modal antarnegara.

Sementara terkait jumlah pos di kabinet yang diperkirakan bertambah menjadi 46 pos kementerian, Sarman menilai bahwa hal tersebut merupakan kebutuhan presiden dan wakil presiden terpilih untuk mencapai visi dan misi mereka.

“Pelaku usaha dapat memahami hal tersebut, dengan catatan jangan sampai memperpanjang mata rantai birokrasi yang memperlambat pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha. Dunia usaha berharap kabinet Prabowo-Gibran adalah kabinet yang kompak, serasi, sevisi, searah, dan jauh dari praktik korupsi,” pungkasnya.

(cw1/Nusantaraterkini.co)