Prabowo: Dendam itu Menghabiskan Energi
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak perlu menyimpan dendam. Menurutnya, jika memelihara dendam hanya akan membuang energi yang tidak perlu.
Baca Juga : Apresiasi Prabowo di Filipina, GREAT Institute: ASEAN Lahir dari Rahim Solidaritas Kawasan
Prabowo mengaku, jika selama hidupnya, ia memegang teguh filosofi kuno yang berbunyi seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.
Baca Juga : Cegah Korupsi, Gus Ipul Usul Pengadaan Barang dan Jasa Program Sekolah Rakyat Dialihkan ke Lembaga Lain
“Pendekatan yang memahami hidup sebenarnya. Dalam arti lebih baik punya kawan dan kita berusaha jangan bikin musuh. Dan artinya tidak perlu dendam,” ucap Prabowo dalam podcast Deddy Corbuzier, Selasa (13/2/2024).
Menurutnya, meski Indonesia memiliki beragam budaya, kunci utamanya adalah persatuan. Terlebih, di tahun politik yang rentan dengan berita-berita hoaks yang menimbulkan kegaduhan.
Baca Juga : Tempo 8 Jam, Polres Sergai Ringkus Pelaku Ponakan Bunuh Paman di Teluk Mengkudu
Prabowo menganalogikan, Indonesia adalah rumah bagi seluruh warganya, jadi wajar jika terdapat perbedaan dalam pilihan.
Baca Juga : Jamin Kesetaraan Usaha, KPPU Kawal Ketat Program Streamlining Pertamina Group
“Kita ini satu keluarga, nusantara. Kalau kita ada perbedaan, keluarga pasti ada perbedaan. Kita semua keluarga, keluarga Indonesia. Perbedaan itu biasa,” ujarnya.
“Nanti kita harus bersatu, itu kuncinya, harus rukun, masa kita mau dendam. Dendam itu menghabiskan energi. Kalau saya itu, orang gak suka sama kita yasudah, terima kasih. You go your way, I go my way,” lanjutnya.
Baca Juga : Harga BBM Nonsubsidi Resmi Naik Mulai Hari Ini
Terkait dengan kebijakan politik luar negeri, Prabowo menjabarkan bahwa saat Indonesia sudah berada dalam jalur yang benar dengan tidak memihak pada blok manapun.
“Jaga hubungan politik dengan siapapun. Ini warisan dari pendiri-pendiri bangsa kita. Tradisi Indonesia, jati diri Indonesia sebagai negara dan bangsa adalah tidak mau ikut blok-blokan. Tidak ikut blok komunis, kapitalis, kita mau non-blok. Kita bebas dan aktif. Saya kira ini yang terbaik. Tidak bermusuhan, untuk apa? ujarnya.
Menteri Pertahanan RI tersebut melanjutkan, jika kebijakan polugri terbaik adalah menjadi ‘tetangga’ yang baik bagi negara tetangga.
“Itu yang saya belajar dari sejarah, the best policy is the good neighbor policy. Jadi tetangga yang baik. Saya kira efektif. Hubungan kita sekarang baik dengan tetangga-tetangga kita. We have common interest. Kalau ada perbedaan atau gesekan mari kita bicarakan sebagai teman, sebagai kawan. Kita negosiasi,” kata Prabowo.
(cw1/nusantaraterkini.co)
