Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali dibuka tertekan pada awal perdagangan Selasa (9/12/2025). Di pasar spot, rupiah dibuka pada level Rp16.696 per dolar AS, melemah tipis 1 poin atau 0,01 persen dari penutupan sehari sebelumnya, berdasarkan data Bloomberg.
Pergerakan Mata Uang Asia Bervariasi
Mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak variatif pada awal perdagangan:
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.382 per Dolar AS, Tekanan Global Bikin Pasar Waspada
Baht Thailand menguat 0,02 persen
Ringgit Malaysia melemah 0,15 persen
Yuan China menguat 0,02 persen
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat ke Rp 17.383/USD, BI Genjot Intervensi dan Kendalikan Permintaan Dolar
Rupee India melemah 0,10 persen
Peso Filipina melemah 0,35 persen
Won Korea melemah 0,08 persen
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS, Tertekan Rebound Greenback
Dolar Taiwan menguat 0,07 persen
Rupiah menjadi salah satu mata uang regional yang relatif stagnan dengan kecenderungan melemah terbatas.
Prospek Rupiah: Cenderung Menguat Terbatas
Baca Juga : Rupiah Tersungkur ke Rp17.000 per Dolar AS, Tekanan Global dan Domestik Makin Berat
Pengamat pasar uang, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi bergerak datar dengan peluang penguatan tipis sepanjang perdagangan hari ini. Menurutnya, pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang rilis data Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang diprediksi mencatat kenaikan moderat dibanding bulan sebelumnya.
Rupiah Diproyeksi Bergerak di Rentang Rp16.650–Rp16.750 per Dolar AS
Sementara itu, indeks dolar AS tercatat bergerak mendatar seiring sikap wait and see pelaku pasar global. Investor menahan aktivitas transaksi menjelang hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan memberikan arah terbaru kebijakan moneter The Fed.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Tertekan ke Rp17.385 per Dolar AS, Sentuh Level Terlemah Baru
“Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.650–Rp16.750 per dolar AS,” ujar Lukman.
(Dra/nusantaraterkini.co)
