Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan pada pembukaan perdagangan pada Kamis (12/3/2026).
Berdasarkan data perdagangan di pasar spot yang dihimpun dari Bloomberg L.P., rupiah tercatat berada di level Rp16.902 per dolar AS pada pukul 09.47 WIB. Posisi ini melemah sekitar 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga melemah terhadap dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.382 per Dolar AS, Tekanan Global Bikin Pasar Waspada
Beberapa mata uang regional tercatat bergerak negatif, di antaranya yen Jepang yang turun 0,08 persen, dolar Singapura melemah 0,16 persen, won Korea Selatan turun 0,36 persen, serta peso Filipina yang terkoreksi hingga 0,67 persen.
Selain itu, rupee India juga melemah 0,26 persen, ringgit Malaysia turun 0,28 persen, dan baht Thailand terkoreksi 0,45 persen. Sementara itu, yuan China tercatat turun tipis sebesar 0,06 persen.
Berbeda dengan mata uang lainnya, dolar Hong Kong justru mengalami penguatan tipis sekitar 0,02 persen.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat ke Rp 17.383/USD, BI Genjot Intervensi dan Kendalikan Permintaan Dolar
Tidak hanya di pasar valuta asing, tekanan juga terlihat di pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turut melemah pada awal perdagangan hari ini.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat bergerak di zona hijau. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama dan indeks langsung berbalik arah ke zona merah.
Hingga pukul 09.40 WIB, IHSG tercatat turun 50,05 poin atau 0,68 persen ke posisi 7.339,3.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Tertekan ke Rp17.385 per Dolar AS, Sentuh Level Terlemah Baru
Pelemahan rupiah dan IHSG menunjukkan investor masih mencermati dinamika pasar global serta pergerakan dolar AS yang cenderung menguat.
(Dra/nusantaraterkini.co).
