Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar Rupiah Indonesia memulai perdagangan Selasa (14/4/2026) dengan tekanan terhadap Dolar Amerika Serikat. Di pasar spot, rupiah dibuka melemah ke level Rp17.127 per dolar AS.
Posisi ini mencerminkan pelemahan sekitar 0,13 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp17.105 per dolar AS. Dengan capaian tersebut, rupiah tercatat sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia pada awal sesi perdagangan.
Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia menunjukkan tren yang beragam. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdekat setelah rupiah, yakni terkoreksi sekitar 0,12 persen.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.382 per Dolar AS, Tekanan Global Bikin Pasar Waspada
Tekanan juga dialami oleh dolar Singapura yang turun 0,05 persen, disusul dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,03 persen terhadap dolar AS.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru menguat. Ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 0,52 persen. Tren positif ini diikuti oleh peso Filipina yang naik 0,48 persen serta dolar Taiwan yang menguat 0,23 persen.
Sementara itu, yen Jepang dan yuan China masing-masing mencatat kenaikan 0,15 persen. Baht Thailand juga turut menguat meski terbatas, yakni sekitar 0,05 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat ke Rp 17.383/USD, BI Genjot Intervensi dan Kendalikan Permintaan Dolar
Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar keuangan global yang masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal, termasuk arah kebijakan moneter dan pergerakan dolar AS di pasar internasional.
(Dra/nusantaraterkini.co).
