Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan pada pembukaan perdagangan Selasa (31/3/2026). Mata uang Garuda dibuka di level Rp 16.988 per dolar AS, mengindikasikan adanya rebound setelah tekanan pada sesi sebelumnya.
Meski demikian, posisi ini masih mencerminkan pelemahan tipis sekitar 0,08 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.002 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia hingga pukul 09.00 WIB terpantau bervariasi. Sejumlah mata uang mencatat penguatan, sementara lainnya masih berada dalam tekanan terhadap dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.382 per Dolar AS, Tekanan Global Bikin Pasar Waspada
Peso Filipina menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia setelah menguat sekitar 0,15 persen. Penguatan juga terjadi pada yuan China yang naik 0,11 persen, diikuti ringgit Malaysia yang bertambah 0,09 persen.
Selain itu, dolar Singapura turut mencatat kenaikan tipis sekitar 0,05 persen terhadap dolar AS.
Di sisi lain, tekanan masih membayangi beberapa mata uang Asia. Won Korea Selatan tercatat sebagai yang paling tertekan setelah melemah hingga 0,47 persen.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat ke Rp 17.383/USD, BI Genjot Intervensi dan Kendalikan Permintaan Dolar
Pelemahan juga dialami dolar Taiwan yang turun 0,19 persen, disusul baht Thailand yang terkoreksi 0,07 persen. Yen Jepang dan dolar Hong Kong masing-masing melemah tipis sebesar 0,03 persen dan 0,02 persen.
Pergerakan yang cenderung fluktuatif ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam merespons dinamika global, termasuk arah kebijakan suku bunga dan perkembangan ekonomi internasional.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.974 per Dolar AS, Namun Dibayangi Tekanan Global
