Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Bergerak Dekati Rp 17.000 per Dolar AS

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dollar AS. (Foto: Antara).

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari, Rabu (21/1/2026). Mata uang Garuda bergerak mendekati level psikologis Rp 17.000 per dolar AS.

Mengacu data Bloomberg, rupiah di pasar spot tercatat melemah 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp 16.960 per dolar AS pada pukul 10.05 WIB. Pelemahan ini terjadi di tengah pergerakan dolar AS yang masih relatif kuat di pasar global.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia menunjukkan kinerja yang bervariasi. Yen Jepang menguat 0,12%, dolar Hong Kong naik 0,02%, dan dolar Singapura terapresiasi 0,03%. Won Korea Selatan menguat 0,18%, peso Filipina naik 0,20%, serta baht Thailand mencatatkan penguatan terbesar sebesar 0,33%.

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.382 per Dolar AS, Tekanan Global Bikin Pasar Waspada

Di sisi lain, dolar Taiwan melemah 0,18%, rupee India turun 0,07%, yuan Tiongkok terkoreksi 0,06%, dan ringgit Malaysia melemah tipis 0,02% terhadap dolar AS.

Meski rupiah masih bergerak di zona pelemahan, pemerintah tetap optimistis. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah bersifat sementara dan tidak perlu disikapi secara berlebihan oleh pelaku pasar.

“Tidak perlu panik. Rupiah diperkirakan akan kembali menguat dalam dua minggu ke depan,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat ke Rp 17.383/USD, BI Genjot Intervensi dan Kendalikan Permintaan Dolar

(Dra/nusantaraterkini.co).