Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih dibayangi tekanan eksternal dan domestik. Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak volatil namun cenderung berakhir di zona pelemahan.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah tercatat di level Rp16.880 per dolar AS pada Kamis, 15 Januari 2026. Posisi ini melemah 9 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.871 pada Rabu, 14 Januari 2026.
Sementara itu, di pasar spot pada Senin, 19 Januari 2026, hingga pukul 09.51 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp16.919 per dolar AS. Angka tersebut melemah 32 poin atau sekitar 0,19 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.887 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.382 per Dolar AS, Tekanan Global Bikin Pasar Waspada
Pengamat ekonomi dan pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai, konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, kontribusi tersebut kini ditopang oleh kelas menengah yang justru berada dalam tekanan dan berpotensi bergeser ke kelompok rentan.
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan stimulus yang lebih kuat dan berkelanjutan kepada kelas menengah guna menjaga daya beli. Pasalnya, kelompok ini berada di posisi paling terhimpit di tengah ketidakpastian ekonomi, meski berperan sebagai fondasi utama pertumbuhan nasional.
Selama ini, stimulus fiskal pemerintah lebih banyak difokuskan pada kelompok berpenghasilan rendah melalui berbagai skema bantuan, seperti bantuan sosial (bansos), Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Tertekan ke Rp17.385 per Dolar AS, Sentuh Level Terlemah Baru
Adapun insentif bagi kelas menengah relatif terbatas. Salah satu kebijakan terbaru adalah insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja sektor padat karya dan pariwisata dengan penghasilan di bawah Rp10 juta per bulan. Namun, kebijakan tersebut baru mencakup lima sektor, yakni industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, kulit dan produk turunannya, serta pariwisata.
Ibrahim menegaskan, cakupan stimulus tersebut masih perlu diperluas. Bahkan, kelas menengah dinilai layak mendapatkan perlindungan ekonomi yang setara dengan kelompok berpenghasilan rendah, mengingat perannya yang krusial dalam menjaga stabilitas konsumsi domestik.
“Pergerakan rupiah hari ini masih fluktuatif, namun diperkirakan ditutup melemah di kisaran Rp16.890 hingga Rp16.920 per dolar AS,” ujarnya.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat ke Rp 17.383/USD, BI Genjot Intervensi dan Kendalikan Permintaan Dolar
(Dra/nusantaraterkini.co).
