Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Seandainya Pasar Keuangan Tidak Libur, Gunawan Benjamin: Rupiah dan Emas Bergerak Sideways

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. (Foto: istockphoto)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sejumlah bursa di Asia pada perdagangan hari ini ditransaksikan di zona hijau. Namun pada perdagangan, Senin (17/6/2024) kemarin, banyak kinerja bursa di Asia yang di perdagangkan di zona merah. 

"Dan tidak ada agenda ekonomi penting yang akan dirilis pada perdagangan hari ini. Hanya data penjualan ritel AS yang akan dirilis. Namun, dampaknya ke pasar juga baru akan dirasakan oleh pasar keuangan domestik pada perdagangan esok hari," kata Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin, Selasa (18/6/2024). 

Baca Juga : Dampak Perang di Selat Hormuz Tekan Omset Pedagang Grosiran

Dan jika pasar saham di Tanah Air dibuka, kata Gunawan Benjamin, maka kinerjanya tidak akan jauh berbeda. Besar peluang IHSG akan ditransaksikan mendatar atau bergerak sideways dalam rentang 6.700 hingga 6.750.

Baca Juga : Minyakita Langka di Pasar Sumut, Pengamat Soroti Dugaan Pasokan hingga Spekulan

Sementara itu, kinerja mata uang rupiah yang berpeluang mendapatkan tekanan lanjutan. Imbal hasil obligasi US Treasury terpantau mengalami penguatan, index US Dolar juga berada di atas 105.

"Selain itu, di pasar NDF (non delivery forward) Rupiah juga ditransaksikan melemah. NDF di pasar offshore mengalami pelemahan seiring dengan memburuknya sentimen terhadap rupiah belakangan ini. Terlebih yang dipicu oleh spekulasi memudarnya pemangkasan bunga acuan The FED," akunya. 

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Tertahan di Rp17.321, Pasar Global Waspadai Eskalasi Konflik AS-Iran

Pelemahan rupiah ini juga, masih dikatakan Gunawan Benjamin, memicu ekspektasi bahwa BI bisa saja menaikkan besaran bunga acuannya untuk meredam gejolak rupiah yang pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup melemah 16.395 per US Dolar.

Baca Juga : Rupiah Melemah ke Rp17.300 per Dolar AS, BI Ungkap Faktor Global di Baliknya

Selanjutnya, pasar keuangan juga tengah menanti rilis data neraca dagang tanah air yang diproyeksikan akan menyusut. Data tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kinerja mata uang Rupiah. 

"Disisi lain, kinerja harga emas terpantau stabil dengan kecenderungan mekemah di level $2.311 per ons troy nya. Harga emas domestic berpeluang ditransaksikan dikisaran 1.222 juta per gram nya," pungkasnya. 

Baca Juga : Misbakhun: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Bukti Ketahanan Ekonomi Nasional

(akb/nusantaraterkini.co)