Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Soal Usulan Tambahan Anggaran, Legislator: KKP Harus Prioritaskan Kesejahteraan Nelayan

Editor :  hendra
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Hindun Anisah (Foto: dok.DPR)

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Hindun Anisah memberi respon atas usulan penambahan anggaran pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Menurutnya, usulan penambahan anggaran pada KKP diperlukan. Namun, dirinya menekankan pentingnya prioritas dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan. 

“Pada prinsipnya, kami menyetujui adanya penambahan anggaran, tetapi anggaran KKP jangan sampai porsi besarnya berkutat untuk anggaran rutin. Dan justru anggaran untuk nelayan dan peningkatan kesejahteraannya tidak menjadi prioritas,” kata Hindun Anisah, Selasa (8/7/2025).

Baca Juga : DPR Dorong UU Lex Specialis Sawit, Firman: Ini Soal Kedaulatan Ekonomi

Indonesai sebagai negara maritim, kata Hindun, memang membutuhkan anggaran yang representatif untuk menjaga dan mengamankan sumberdaya laut Indonesia yang sangat berlimpah. Sehingga, mampu dikelola dan dimanfaatkan untuk peningkatan devisa negara.

Tak hanya itu, terkait sektor produksi perikanan Indonesia saat ini, Hindun mendorong, agar KKP mampu melakukan peningkatan produktivitas dengan penggunaan teknologi budidaya ramah lingkungansemacam bioflok dan integrasi mangrove-aquaculture. 

Selain itu diperlukan perluasan riset dan pengembangan benih unggul, pakan lokal, serta pencegahan penyakit ikan.

Baca Juga : DPR Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat Jelang Idul Adha

“KKP juga harus hadir dengan memberikan pelatihan dan fasilitasi pengolahan sederhana bagi nelayan dan UMKM agar hasil perikanan tidak hanya dijual mentah, tetapi diolah menjadi produk dengan nilai tambah,” terangnya. 

Hindun berharap, KKP juga memberikan kemudahan dan menyederhanakan proses perizinan usaha perikanan dan budidaya agar ramah terhadap nelayan dan pembudidaya skala kecil. 

“Kami berharap KKP perlu melakukan revisi kebijakan secara partisipatif agar regulasi seperti PIT, zonasi budidaya, dan ekspor benih tidak menimbulkan kebingungan atau resistensi,” pungkas legislator dapil Jateng ini.

Baca Juga : DPR Desak Pemerintah Waspada Dini Karhutla Jelang Prediksi El Nino

 (cw1/nusantaraterkini.co).