Nusantaraterkini.co, DELI SERDANG –Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menggerebek kamar mandi salah satu SPBU di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, yang diduga kerap dijadikan lokasi transaksi narkotika jenis sabu. Dalam operasi tersebut, seorang pria berusia 21 tahun berhasil diamankan.
Penggerebekan berlangsung di SPBU yang berada di Jalan Pertahanan, Desa Patumbak Kampung pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 16.13 WIB. Penindakan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai maraknya aktivitas peredaran sabu di lokasi tersebut.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatra Utara, Kombes Andy Arisandi, menjelaskan bahwa petugas lebih dulu melakukan penyelidikan dan observasi sebelum akhirnya melakukan teknik penyamaran atau undercover buy.
Baca Juga : Empat Terdakwa Kasus Sabu 1 Kg di Binjai Divonis 12 Tahun Penjara, Dua di Antaranya Pecatan Polisi
“Petugas menyamar sebagai pembeli dan melakukan transaksi langsung di kamar mandi SPBU. Setelah barang diserahkan, pelaku langsung kami amankan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Pelaku diketahui berinisial M. Sri Rafli (21), seorang petani asal Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak. Dari tangan tersangka, polisi menyita dua plastik klip bening berisi sabu dengan berat bruto 2,56 gram serta uang tunai Rp100 ribu yang diduga hasil transaksi.
Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari pria berinisial KO yang kini masih dalam pengejaran aparat. Polisi sempat melakukan pengembangan ke rumah terduga pemasok, namun yang bersangkutan tidak ditemukan di lokasi.
Baca Juga : Sumut Peringkat Pertama Pengguna Narkoba Nasional, BNN: 1,5 Juta Warga Terpapar
Saat ini tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolda Sumut guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, salah seorang warga sekitar, Akbar mengaku praktik transaksi narkoba di lokasi tersebut sudah menjadi rahasia umum. Namun, warga enggan melapor karena merasa khawatir akan keselamatan mereka.
“Sudah lama sebenarnya, tapi orang takut melapor. Syukurlah sekarang sudah ditindak,” katanya dikutip, Jumat (27/2/2026).
Ia berharap penangkapan ini memberi efek jera dan mampu menekan peredaran narkoba yang dinilai telah merusak generasi muda di kawasan tersebut.
“Banyak anak muda jadi korban. Ada yang terlibat begal, pencurian, dan tindak kriminal lainnya karena sabu,” tutupnya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
