Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Lagu berjudul “Siti Mawarni” belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya di Sumatera Utara. Bukan sekadar hiburan, lagu ini menarik perhatian karena liriknya yang sarat kritik sosial tentang maraknya peredaran narkoba.
Karya tersebut merupakan ciptaan Amin Wahyudi Harahap, seorang warga Labuhanbatu, yang mengaku tergerak oleh keresahan pribadinya terhadap persoalan narkotika yang tak kunjung usai.
Berbeda dari lagu populer kebanyakan yang mengangkat tema percintaan, “Siti Mawarni” justru hadir dengan pesan yang lebih dalam. Lagu ini menggambarkan realitas sosial yang dirasakan masyarakat, terutama terkait penyebaran narkoba jenis sabu di wilayah Sumatera Utara.
Baca Juga : BKKBN Provinsi Sumatera Utara Gelar Program Quick Win "Flower Bee Honey" di Medan Amplas
Lalu, siapa sebenarnya sosok “Siti Mawarni” yang disebut dalam lagu tersebut?
Amin menjelaskan bahwa nama tersebut bukanlah tokoh nyata, melainkan karakter fiktif yang sengaja diciptakan untuk memperkuat cerita dalam lirik lagu. Awalnya, ia sempat mempertimbangkan nama lain, namun akhirnya memilih “Siti Mawarni” karena dinilai lebih sesuai dengan nuansa budaya Melayu di daerahnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemilihan nama dilakukan dengan pertimbangan etika dan nilai religius. Menurutnya, tidak pantas menggunakan nama tokoh besar dalam Islam untuk dikaitkan dengan isu negatif seperti narkoba.
Baca Juga : Umat Kristiani Rayakan Hari Paskah di Samosir dengan Beragam Kegiatan
Selain itu, penggunaan nama dalam lirik juga terinspirasi dari tradisi pantun Melayu yang kerap menyisipkan nama orang sebagai bagian dari keindahan bahasa.
Lebih jauh, Amin mengungkapkan bahwa lagu ini lahir dari kegelisahan yang ia rasakan sejak lama. Ia melihat pemberitaan tentang penangkapan kasus narkoba yang terus berulang, seolah tidak pernah benar-benar selesai.
Kondisi tersebut membuatnya bertanya-tanya mengapa peredaran narkoba masih terus terjadi, meski berbagai upaya telah dilakukan. Sebagai seorang ayah, ia juga merasa khawatir terhadap masa depan generasi muda, termasuk anak-anaknya sendiri.
Baca Juga : Momen Kapolres Toba Bagikan Makanan Olahan Daging Kurban ke Tahanan
Melalui lagu ini, Amin ingin menyampaikan pesan bahwa persoalan narkoba sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Ia bahkan menggambarkan harapan dan doa dalam liriknya, sebagai bentuk keprihatinan sekaligus harapan agar masalah ini bisa segera teratasi.
Di akhir pernyataannya, Amin mengajak masyarakat untuk melihat lagu ini sebagai bentuk kepedulian sosial, bukan untuk disalahartikan atau dijadikan bahan negatif.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : Gelar Pahlawan Nasional Soeharto Dikukuhkan, DPC MKGR Simalungun Gelar Tasyakuran Megah
