Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Wacana Pemilihan Presiden Lewat MPR, Demokrat: Perburuk Polarisasi Politik di Masyarakat

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jubir Partai Demokrat Irwan. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Eks Ketua MPR periode 1999-2004, Amien Rais mendorong jika Presiden RI kembali dipilih oleh MPR.

Menanggapi itu, politikus Demokrat Irwan pun mengkritik wacana tersebut.

Baca Juga : Amien Rais Dukung Amandemen Ulang Konstitusi

"Wacana presiden dipilih MPR dengan amandemen UUD sekarang ini menurut saya waktunya tidak tepat dan menimbulkan pertanyaan publik," katanya, Jumat (7/6/2024).

Baca Juga : Mantan Aktivis 98: Presiden Dipilih MPR Cerminan Bangkitnya Kekuatan Orde Baru

Dia menegaskan amandemen UUD 1945 justru akan menciptakan ketidakstabilan politik. Selain itu, dia menyebut wacana tersebut juga dapat mengganggu konsolidasi demokrasi.

"Menurut saya membahas amandemen UUD setelah pemilu dapat menciptakan ketidakstabilan politik dan mengganggu konsolidasi demokrasi yang baru saja berlangsung," ucap Jubir Partai Demokrat ini.

Baca Juga : Sekjen Demokrat: Pembahasan UU Pemilu Masih Tahap Informal

Lebih lanjut, anggota Komisi V DPR ini juga mempertanyakan maksud wacana Presiden dipilih MPR RI tersebut. Selain tidak berdasar, wacana itu juga tidak dibutuhkan rakyat.

Baca Juga : Sidang Dugaan Korupsi Jalur Kereta Api DJKA Dipadati Kader Demokrat

"Ini kan kita baru selesai pilpres ya, presiden terpilih saja belum dilantik. Energi politik bangsa seharusnya difokuskan pada implementasi program-program Prabowo-Gibran, bukan pada perubahan konstitusional yang mendasar. Itu yang lebih dibutuhkan rakyat saat ini," tegasnya.

Karena itu lah, lulusan S3 Kehutanan Universitas Mulawarman ini menekankan usulan amandemen UUD 1945 untuk mengubah tata cara pemilihan Presiden ini justru bisa memperburuk polarisasi di masyarakat.

Baca Juga : Fenomena Dukungan Dedi Mulyadi–Ahok Menguat, Sinyal Kekecewaan Publik

"Usulan amandemen saat ini justru bisa memperburuk polarisasi politik di masyarakat. Seharusnya wacana yang dibangun adalah tentang mempersatukan masyarakat, bukan malah membuatnya terpolarisasi," tandasnya.

Baca Juga : MK Putuskan Pemilu Nasional-Daerah Terpisah, Formappi: Bukan Hal yang Luar Biasa

(cw1/nusantaraterkini.co)