Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Warga Cemas, Truk Bermuatan Bambu Masih Bebas Melintas di Jalanan Kota Pemalang

Editor :  hendra
Reporter :  Ragil
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kendaraan truk dengan muatan ratusan batang bambu runcing di bagian ujungnya serta tanpa dilengkapi pengaman masih bebas melenggang di jalanan Kota Pemalang. (Foto: Ragil/nusantaraterkini.co).

nusantaraterkini.co, PEMALANG Truk muatan ratusan batang bambu runcing di bagian ujungnya serta tanpa dilengkapi pengaman masih bebas melenggang di jalanan Kota Pemalang. Hal ini banyak dikhwatirkan pengguna jalan lainnya, pasalnya sewaktu-waktu bisa menyebabkan kecelakaan.

Kondisi ini terlihat di jalan raya Gatot Subroto terutama di perempatan traficlight Sirandu Pemalang. Setiap harinya, jalur ini padat dilalui berbagai macam kendaraan dari berbagai arah, khususnya truk pengangkut bambu.

Darus (50) salah seorang warga yang setiap harinya melewati jalan tersebut mengaku cemas ketika harus berada di belakang truk pembawa bambu.

Baca Juga : Banyak Truk Tronton Makan Korban di Jalur Pantura Pekalongan, Warga Minta Tindakan

"Saya khawatir kalau lengah sedikit pengendara bisa tertusuk bambu runcing tersebut, mengerikan," ujarnya, Senin (4/8/2025).

Sementara itu Kanit Gakkum Satlantas Polres Pemalang Ipda Widodo Apriyanto ketika dikonfirmasi melalui sambungan teleponya belum menanggapi pengaduan tersebut.

"Terimakasih atas informasinya," Jawab Widodo singkat.

Baca Juga : Truk Bermuatan Lebih Sebabkan Jalan Rusak, Pemprov Sumut Targetkan Zero ODOL Tahun 2027

Seperti diketahui, bahwa muatan yang dapat diangkut kendaraan tertentu, sudah tertera di buku manual dengan spesifikasi berat maksimum. Ketentuan ini ditujukan agar mobil tetap bisa digunakan secara aman tanpa membebani kendaraan secara berlebihan.

Selain itu, angkutan dengan muatan berlebih juga dapat mengganggu pengguna jalan lain. Sehingga penting membangun kesadaran para pengguna angkutan agar tidak mengangkut muatan lebih dari ketentuan.

Pantauan awak media, hampir setiap hari dari pagi hingga sore kendaraan dengan over dimesion overload atau melebihi kapasitas muatan, baik truk bermuatan tebu, bambu dan material tanah, masih bisa melenggang bebas. Kondisi itu terpantau sangat membahayakan kendaraan di belakangnya.

(Rgl/nusantaraterkini.co)