Nusantaraterkini.co, MEDAN - Hingga memasuki H+4 libur Idul Fitri 1445 Hijriah sejumlah ruas perlintasan dari Medan menuju lokasi destinasi wisata terpantau mengalami kemacetan.
Salah satunya kemacetan terjadi dari arah Medan menuju Berastagi, Sabtu (13/4/2024). Hingga sore ini kondisi ruas perlintasan menuju lokasi destinasi wisata tersebut mengalami kemacetan yang cukup parah.
Baca Juga : Sebanyak 360 Ribu Wisatawan Padati Destinasi di Sumut Saat Lebaran
Kondisi kemacetan ini sudah terjadi sejak Jumat siang kemarin. Beberapa wisatawan terpaksa kembali putar arah setelah kondisi ini berlangsung sampai malam hari.
Baca Juga : Nikmati Keindahan Danau Toba, Warga Berolah Raga Sambil Menunggu Senja
Terjebak kemacetan hingga Sabtu dini hari, membuat seorang wisatawan, Indra (30) akhirnya memutuskan untuk mengurungkan niatnya berwisata ke Berastagi. Ia bersama beberapa rekannya memutuskan kembali ke Medan setelah melihat kondisi kemacetan sulit untuk ditembus.
"(Macet) dari Sembahe sampai Penatapan. Empat jam (terjebak macet)," katanya kepada Nusantaraterkini.co, Sabtu (13/4/2024).
Baca Juga : Muscab DPC PKB Karo, Sastroy Bangun Didukung Mayoritas DPAC
Dia mengatakan saat kembali menuju Medan kondisi ruas perlintasan tidak begitu macet. Beberapa petugas terlihat mengurai kemacetan.
Baca Juga : Polda Sumut Siagakan 11.276 Personel Kawal Arus Balik Lebaran 2026 dan Destinasi Wisata
"Kalau turun nggak. Kalau naik macet total. Polisi di Tikungan Amoy," terangnya.
Dari amatan Nusantaraterkini.co, terlihat kawasan Sibolangit antrean panjang kendaraan.
Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban
Dari informasi yang dihimpun, kepadatan terjadi sejak tikungan Tirtanadi hingga Bandar Baru.
Baca Juga : Tuntut Gaji Pegawai PDAM Mual Nauli Dibayar, Ribu Simatupang Lakukan Aksi Tunggal Di Kantor Bupati Tapteng
Pengguna Jalan, Rahman mengatakan bahwa dirinya sudah 2 jam Terjebak macet di kawasan Sibolangit.
"Semalam saya terjebak macet 5 jam. Ini terpaksa kembali ke Medan lantaran ada kemalangan keluarga. Saya kira berangkat pagi dari Kota Berastagi bisa lempang. Ternyata sama saja," ujarnya.
Masih dikatakan Rahman, kondisi kemacetan dirasakannya sejak Tahura, hingga kini masih berada di kawasan Sibolangit.
"Sebenarnya kemacetan ini bisa diatasi asal sama2 bersabar. Karena kan lebaran, pasti volume kendaraan naik drastis. Ini yang bus2 Medan-Karo ini gak sabar sehingga membuat 2 sampai 3 jalur," ungkap bapak dua anak ini.
Maps Google Merah
Dari amatan Nusantaraterkini.co, melalui aplikasi Google Maps, terlihat kawasan Sibolangit Merah hingga oranye.
Beberapa titik juga terlihat merah dan oranye.
Gunakan Jalur Alternatif
Ada beberapa jalur alternatif yang mungkin bisa digunakan untuk menuju ke Kabupaten Karo atau Kota Medan.
Dari informasi yang dihimpun, seperti melalu jalur Simalingkar, Namorambe hingga Binjai.
Ketiga jalur alternatif tersebut diketahui mudah di akses dan kondisi jalanan terbilang cukup baik.
(HAM/nusantaraterkini.co)
