nusantaraterkini.co, NTT - Sedikitnya empat tempat pemungutan suara (TPS) di NTT (Nusa Tenggara Timur) bakal digelar pemungutan suara ulang (PSU) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Hal itu dilakukan setelah ditemukan banyaknya pelanggaran di TPS tersebut saat hari pencoblosan pada Rabu (27/11/2024) kemarin.
Ketua (Komisi Pemilihan Umum) KPU NTT, Jemris Fointuna mengatakan, PSU akan berlangsung pada Kamis (5/12/2024) di empat TPS pada tiga wilayah, yaitu di TPS 04 Kelurahan Puken Tobi dan TPS 05 Kelurahan Wangibao, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
Baca Juga : Usai Diterpa Isu Negatif, Manajemen RSUD Panyabungan Buka Suara
Selain itu, PSU juga akan dilaksanakan di TPS 01 Desa Mataru Barat dan Kota Kupang TPS 02 Kelurahan Kelapa Lima.
Sedangkan, PSU pada dua TPS lainnya di Flores Timur dan Alor akan dilaksanakan sehari setelahnya.
Menurutnya, jenis pelanggaran yang ditemukan di ke empat TPS yang akan menggelar pemungutan suara ulang itu berbeda-beda.
Baca Juga : Sistem Pengelolaan Sampah Terbuka Ditarget Nihil Pada 2026
PSU di Flores Timur dan Kota Kupang dilakukan setelah ditemukan adanya pemilih dari luar kabupaten yang tidak mengantongi surat pindah memilih.
Sementara itu, pelanggaran yang terjadi di Kabupaten Alor disebabkan oleh adanya petugas yang melakukan pencoblosan surat suara sisa saat hari pencoblosan pada 27 November lalu.
Ia menyebutkan, PSU di Kota Kupang dan Flores Timur dilakukan untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT.
Baca Juga : Skandal Pemerkosaan Gagalkan Karir Jebolan Indonesian Idol 2025 di NTT usai Ditetapkan Sebagai Tersangka
"Sedangkan untuk di Kabupaten Alor, PSU untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati," terang Jemris.
Terpisah, Ketua KPU Flores Timur Antonius Djentera Betan menjelaskan pelaksanaan PSU di dua TPS di Flores Timur sudah berdasarkan rekomendasi dari Panwascam Kecamatan Larantuka.
Selain itu, dia juga telah menerima surat pemberitahuan dari Bawaslu Flores Timur terkait permasalahan tersebut.
Baca Juga : Tragedi Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Negara Telah Gagal
(Dra/nusantaraterkini.co)
