Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Misteri Kerangka Dalam Pohon Aren, Keluarga Yakin Korban Dibunuh

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Penemuan kerangka manusia di Serdang Bedagai, Selasa (9/9/2025). Foto: Kasi Humas Polres Sergai

nusantaraterkini.co, MEDAN – Penemuan kerangka manusia di dalam batang pohon aren menghebohkan warga Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa sore (9/9/2025).

Pohon aren itu diketahui sudah mati sekitar lima tahun lalu dan batangnya dalam kondisi kopong. Sementara hasil pemeriksaan awal memperkirakan kerangka tersebut meninggal 1–3 tahun silam.

Baca Juga : Geger Penemuan Kerangka Manusia Dalam Pohon Aren, Polres Sergai Lakukan Autopsi Ungkap Identitas

Setelah kasus ini mencuat, sebuah keluarga mendatangi kantor polisi dan meyakini bahwa kerangka itu adalah milik Muhammad Yudha Prawira (23), pemuda yang hilang sejak dua tahun lalu.

Meski tidak pernah melapor ke polisi, keluarga yakin itu adalah Yudha. “Kami tidak melapor karena tahu Yudha pengguna narkoba,” ungkap sang kakak, Ahmad Munir, Senin (15/9/2025).

Baca Juga : Penemuan Kerangka Manusia di Bawah Pohon di Deliserdang Gegerkan Warga

Namun, Munir menegaskan bahwa adiknya tidak meninggal secara wajar. “Aku yakin Yudha dibunuh. Pohon itu sudah lama mati, tapi masih berdiri. Sepertinya batangnya pernah dibelah, lalu adikku dimasukkan ke dalam,” ujarnya.

Munir sempat ragu dan berpikir Yudha mungkin berhalusinasi karena narkoba, lalu terjebak di dalam pohon. Tapi dugaan itu runtuh setelah melihat kondisi pakaian dan kerangka.

Penemuan kerangka manusia di Serdang Bedagai, Selasa (9/9/2025). (Foto: Humas Polres Sergai)

“Celananya terbalik. Kalau dia masuk sendiri, pakaian dan tulang pasti menyatu. Tapi ini berbeda, dokter forensik juga bilang begitu,” jelas Munir.

Ia menambahkan, dugaan lain seperti jatuh dari pohon atau dimakan ular tidak masuk akal. “Kalau jatuh, masa iya celana bisa terbuka sendiri? Enggak mungkin. Makanya Pak Kanit juga sependapat sama aku, ada kemungkinan dia dibunuh,” tegasnya.

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan polisi untuk memastikan identitas korban sekaligus mengungkap penyebab kematian misterius di batang pohon aren tersebut.

(Dra/nusantaraterkini.co).