Nusantaraterkini.co, MEDAN-Kantor Pos Medan dulunya dikenal sebagai gedung tua yang sepi dan hanya didatangi untuk mengirim surat. Namun setelah direvitalisasi, gedung bersejarah itu berubah total menjadi Pos Bloc, sebuah ruang kreatif yang sekarang menjadi tempat favorit anak muda di jantung Kota Medan.
"Dulu, kalau ke sini kesannya serius banget, sekarang malah jadi tempat favorit buat mengerjalan tugas atau sekadar foto-foto, karena setiap sudutnya sangat estetik," ujar Rania, seorang pengunjung yang ditemui Nusantaraterkini.co, di Pos Bloc Medan, Jalan Pos Nomor 1, Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Selasa (12/5/2026).
Rania yang datang bersama teman-temannya untuk sekadar bersantai, mengungkapkan, sangat suka dengan konsep baru tersebut. Karena, kata dia, bisa merasakan suasana sejarah, tetapi dengan gaya yang tetap kekinian.
Baca Juga : BPK Sumut Gelar Pameran Foto dan Lukisan Cagar Budaya di Pos Bloc Medan
Tidak hanya bagi pengunjung, perubahan menjadi Pos Bloc juga memberi pengaruh besar buat orang-orang yang mencari nafkah di sekitarnya. Salah satunya Jaka, yang bekerja sebagai juru parkir. Ia merasa sangat bersyukur dengan adanya perubahan ini.
Baca Juga : Merasakan Nostalgia 90-an di Merchants Lane, Kafe Estetik ‘Hidden Gem’ di Kawasan Kesawan
"Kalau dulu di sini sepi, paling cuma orang mau kirim paket yang datang, tapi sekarang dari pagi sampai malam ramai terus dan pendapatan saya jadi lebih stabil karena pengunjungnya anak muda semua yang hobi nongkrong," tutur Jaka.
Sekadar informasi, Kantor Pos Medan yang kini lebih dikenal dengan Pos Bloc, memiliki luas bangunan 1.200 meter persegi, lebar 20 meter, panjang 60 meter serta tinggi 20 meter dirancang oleh arsitek Belanda Bernama Ir Simon Snuyf dari Burgelijke Openbare Werken (BOW), semacam Dinas Pekerjaan Umum Hindia Belanda. Bangunan kantor pos ini pertama kali dibangun pada tahun 1909 dan rampung pada 1911. Lokasinya persis berseberangan dengan Lapangan Merdeka yang pada zaman kolonial dulu disebut Esplanade, ruang terbuka utama di depan Gedung Balaikota.
Baca Juga : Dua Agenda Besar Pemko Medan: Imlek Fair 21 Februari, Ramadan Fair 25 Februari
Gedung Kantor Pos Medan ini sejak ratusan tahun yang lalu telah menjadi salah satu landmark kota Medan bersama dengan gedung-gedung lain di sekitarnya seperti Balaikota, Bank Indonesia, hingga Hotel De Boer. Uniknya, arsitektur Gedung Kantor Pos Medan ini tidak sepenuhnya bergaya Eropa seperti Gedung era kolonial lain yang ada di sekitarnya, namun ia mengadopsi pula karakter lokalitas setempat.
(Cw5/Nusantaraterkini.co)
