Nusantaraterkini.co,BOGOR-Acaranya memang hanya pada tingkat musyawarah unit kerja di PT Yamaha Music Manufacturing Indonesia (YMMI). Namun dalam acara yang digelar Sabtu (29/11/2025), di bilangan Kabupaten Bogor itu juga diundang tokoh-tokoh buruh provinsi dan nasional dari berbagai organisasi buruh lainnya.
Yang mengagetkan adalah kehadiran Rocky Gerung dan Ferry Juliantono yang hadir memberikan perspektif bagi gerakan koperasi dan buruh. Selain kedua tokoh itu, acara itu juga dihadiri Presiden Direktur YMMI Kenichi Tsucia dan Direktur SDM Chilmar serta Ketua PUK LEM SPSI Gora Alfred FM. Adapun tokoh-tokoh buruh yang hadir adalah Wahidin dari PPMI, Sunarno dari KASBI, Rudi HB Daman dari GSBI, Sunarti dari SBSI 92 dan juga Jumhur Hidayat dari KSPSI.
Baca Juga : Kemenkop Percepat Kemitraan Bisnis Koperasi Desa Melalui Program Magang Intensif
Ferry Juliantono yang Menteri Koperasi itu hadir setelah usai mengkonsolidasikan 100 desa dalam rangka Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Bogor. Dalam uraiannya, dia mengatakan bahwa saat ini sedang terjadi pergeseran paradigma dari ekonomi yang terlalu kapitalistik menuju yang lebih berorientasi kerakyatan.
“Pergeseran paradigma ini memang telah digariskan oleh Presiden Prabowo. Ini adalah tugas ideologis yang diberikan Presiden kepada saya selaku Menkop dan karena dukungan penuh dari Presiden berbagai hambatan dengan mudah bisa diatasi," ungkap Ferry
Selanjutnya Ferry Juliantono juga menjelaskan bahwa masyarakat desa harus bisa lebih produktif dengan berkoperasi. Segala sesuatu yang bisa menghasilkan produktivitas dan menghasilkan pendapatan serta menyherap lapangan kerja harus didukung. Karena itu pemerintah sekarang mendorong dan memfasilitasi dibentuknya Koperasi Desa Merah putih itu.
“Koperasi itu nanti bisa menjadi koperasi produksi, distribusi dan juga simpan pinjam untuk mengatasi para rentenir. Akan ada lebih dari 80 ribu gudang dan outlet penjualan yang dilengkapi alat untuk menyimpan berbagai hasil panen di desa seperti untuk sayuran dan buah-buahan termasuk tentunya hasil tangkapan ikan untuk desa pantai," tegasnya
Sementara itu Rocky Gerung menyoroti hubungan kerja antara buruh dan pengusaha. Menurutnya perjanjian antara buruh dan pengusaha itu bukan semata perjanjian ekonomi melainkan perjanjian sosial. Artinya bila secara sosial di mana rasa keadilan tidak dirasakan maka bisa dibatalkan oleh protes sosial dari kaum buruh.
Baca Juga : Kemenkop Siapkan Dana Ratusan Miliar Lewat LPDB Buat Sukseskan MBG
Sejalan dengan Menteri Koperasi, Rocky Gerung yang sering dijuluki Filusuf ini juga menekankan bahwa buruh dan koperasi itu adalah suatu gerakan. Karena berupa gerakan maka keberhasilan gerakan ini akan bisa mengubah paradigma sistem pembangunan yang sebelumnya berorientasi individual kapitalistik menjadi lebih bersifat kerakyatan atau sosialistik.
Saat menyoroti Menteri Keuangan Purbaya Sadewa yang menginginkan ekonomi bangkit kembali, Rocky menyebut Purbaya benar dalam situasi ekonomi yang sedang drop tidak memajaki rakyat. Namun tidak sekedar itu, kebijakan dari Purbaya itu harus bisa menghasilkan harapan.
“Harapan itu adalah kebijakan yang bisa menumbuhkan industri secara sehat, bukannya menjadi bancakan partai politik. Industri adalah motor pertumbuhan dan pada saat yang sama koperasi harus diaktifkan dan bukan sekedar tebengan industri. Koperasi adalah entitas penuh atau bukan sekedar catatan kaki dari industrialisasi," pungkas Rocky.
(Akb/Nusantaraterkini.co)
