Nusantaraterkini.co, MEDAN– Persiapan menjelang pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) yang dijadwalkan berlangsung mulai 3 Juli mendatang terus dimatangkan.
Sekretaris Daerah Sumatera Utara, (Sekda Pemprov Sumut) Sulaiman Harahap memberikan penjelasan mengenai kesiapan daerah serta skema penganggaran untuk paviliun atau stan masing-masing kabupaten/kota, Selasa (2/6/2026).
Sulaiman menegaskan bahwa tidak ada anggaran yang dikucurkan oleh pihak penyelenggara kepada daerah untuk mengikuti PRSU. Pendanaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah daerah.
Baca Juga : Rayakan Usia Emas ke-50, Pekan Raya Sumatera Utara 2026 Siap Digelar dengan Tema "Harmonisasi Emas"
"Anggaran yang dibutuhkan itu adalah anggaran untuk mendekor masing-masing stan. Bukan anggaran yang diberikan kepada PRSU untuk melakukan kegiatan ini. Jadi masing-masing daerah memperbaiki stannya masing-masing," ujar Sulaiman.
Mengenai besaran anggaran, Sulaiman menjelaskan bahwa jumlahnya bervariasi tergantung kondisi fisik stan saat ini. Bagi daerah yang konsisten merawat stannya dengan baik, biaya yang dikeluarkan tentu tidak akan besar. Sebaliknya, daerah yang sudah lama tidak berpartisipasi pada event-event sebelumnya memerlukan anggaran lebih untuk melakukan renovasi dan perbaikan karena stannya sempat terabaikan.
Ia juga mengingatkan bahwa anggaran tersebut harus dialokasikan secara resmi dalam APBD masing-masing daerah melalui mekanisme pergeseran anggaran yang sah, dan tidak boleh asal comot dari pos anggaran lain.
Baca Juga : Pemprov Sumut Usulkan Tiga Aset untuk Penyertaan Modal Bank Sumut
"Hingga saat ini, tercatat sudah ada 28 kabupaten/kota yang mengonfirmasi partisipasi mereka di PRSU. Sementara untuk 5 daerah tersisa, pihak panitia belum bisa mengumumkannya secara pasti karena masih berada dalam proses koordinasi dan konfirmasi menjelang hari H," pungkasnya.
PRSU kali ini akan mengusung konsep yang sedikit berbeda dengan memberikan porsi lebih besar pada pengembangan ekonomi kerakyatan. Stan-stan daerah tidak hanya akan menampilkan ciri khas wilayah saja, tetapi didorong untuk menghadirkan pelaku pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) serta industri kreatif lokal.
"Kita mencoba tidak seperti yang biasa-biasasanya menampilkan sekadar kebudayaan wilayah masing-masing itu saja, tapi bagaimana kita menampilkan industri-industri kecil menengah itu lebih banyak. Diberikan porsi, sehingga target kita dengan kegiatan ini perputaran ekonomi bisa bergerak," tambah Sulaiman.
Dengan target kunjungan yang besar, event PRSU diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi segmen masyarakat menengah ke bawah, sekaligus mengasah kemampuan wirausaha kecil di Sumatra Utara.
(cw5/nusantaraterkini.co)
